![]() |
| Jamaah Muslimah (Foto: AP) |
Bila masih harus mengenakan mukena, karena "hijabmu" belum layak digunakan untuk shalat (padahal suci dari najis), berarti "hijabmu" belum menepati syarat syar'i busana Muslimah.
Jilbab/hijab syar'i itu lebar, dalam arti menutupi semua lekukan tubuh wanita (tidak sempit/ketat, tidak transparan, tidak dihias-hias, dan tidak membentuk tubuh).
Jilbab/hijab syar'i itu menutup seluruh aurat, sederhana, warna tidak menggoda, tidak kelihatan seksi, tidak memperlihatkan lekuk-lekuk tubuh, tidak memancing syahwat bagi lelaki yang melihat, tidak wajib bercadar.
Hijab itu untuk menutupi keindahan dan kecantikan wanita, sehingga tidak membuat lelaki tergoda, dan agar wanita aman dari sasaran kejahatan.
Dan hijab itu bukan untuk membuat wanita terlihat semakin cantik. Maka berbagai pakaian modis, kerudung gaul, baju ketat, dan pakaian yang dihias-hias agar membuat wanita tampak semakin cantik, seksi, menggoda, belumlah memenuhi kriteria hijab syar'i, dan justru bertentangan dengan fungsi hijab tersebut.
Fungsi hijab adalah untuk menutupi aurat/perhiasan wanita dari pandangan lelaki yang bukan mahram.
Maka jangan kenakan hijab yang justru berfungsi sebagai perhiasan, karena hilanglah esensi dari hijab tersebut.
Semakin dalam pemahamannya, semakin sederhana pula penampilannya, karena sungguh hijab itu untuk meraih ridha Allah, bukan decak kagum khalayak.
“Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. (QS.Al-Ahzab [33] ayat 59)
"Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya," (QS An Nuur [24] ayat 31)
Wanita yang "berkerudung" masih terlihat menggoda dan menimbulkan fitnah, jika:
- Berkerudung tapi pakaiannya ketat.
- Berkerudung tapi pakaiannya tipis/ transparan.
- Berkerudung tapi motif/warna pakaiannya ngejreng.
- Berkerudung tapi ber-make up menarik perhatian.
- Berkerudung tapi bau minyak wanginya kemana-mana.
- Berkerudung tapi suka ikhtilath (campur baur dgn pria).
- Berkerudung tapi jalannya lenggak-lenggok.
- Berkerudung tapi nada bicaranya menggoda.
- Berkerudung tapi sendal/sepatunya hak tinggi.
- Berkerudung tapi bajunya terlihat seksi/menggoda.
- Berkerudung tapi kerudung tidak menutup dada.
- Berkerudung tapi memakai celana panjang, apalagi ketat.
- Berkerudung tapi rok kurang panjang (kaki terlihat).
- Berkerudung tapi rambut disanggul menonjol dari balik jilbab.
- Berkerudung tapi rambut menonjol seperti punuk unta.
- Berkerudung tapi kelihatan poni rambutnya (tidak tertutup sempurna).
- Berkerudung tapi berduaan dengan pria yang bukan mahram (khalwat).
Padahal tujuan asasi dari kerudung, jilbab dan hijab itu adalah agar kaum wanita tidak menjadi "magnet" fitnah bagi kaum laki-laki. Mudah-mudahan Allah semakin memperbaiki urusan kaum wanita muslimah, di mana pun mereka berada.
(Sumber: Facebook Ukhti Aisyah Mufi As-Sobi)


0 komentar:
Posting Komentar