![]() |
| Ilustrasi (dok. Master-hotspot.blogspot.id) |
Bahanya memang gak langsung berasa di badan, biasanya nunggu waktu seiring umur mulai tambah matang juga.
Tapi karena kelezatannya, yang kalau lihat iklannya aja sudah bikin berliur, kebanyakan orang gak peduli.
Kalau kamu gak bisa "pisah" sama mie instan, setidaknya ada upaya meminimalisir bahayanya. Begini caranya:
Kamu didihin air pakai api sedang di dua panci yang beda. Trus, masukkan mie di salah satu panci sampai melunak, lalu kamu matiin api, kemudian angkat dan ditirisin.
Masukin lagi mie ke panci ke dua lalu didihin lagi sampai airnya lebih bening.
Kalau air menguning, tandanya kalau lapisan lilin di permukaan mie instant luntur. Matiin kompor, angkat dan tirisin.
Udah deh,kamu sajiin sesuai selera. Kalau ada sayuran and bakso, kasih aja.
Cara ini gak jamin kamu aman dari mie instan 100%, tapi itu bisa kurangin dampak buruk dari mie, terutama lapisan lilin yang nempel di mie.
Dokter Joserizal Jurnalis, dokter ahli bedah dan aktivis kemanusiaan ternama pernah bilang ke saya, kalau dia sampai harus makan mie, tiga kali ganti air pas masaknya. (Rudi Hendrik)


0 komentar:
Posting Komentar