Pemuda Bujuk Hatinya yang Ingin Pacaran

(Rusydee Artz)
(RajaDumay.com) --- Inilah kisah dialog seorang pemuda yang tabah kepada hatinya.

Duhai Hati...

Janganlah kau bersedih ketika sahabatku yang lain pada berpacaran, bukannya aku tidak gaul ataupun tidak mengikuti zaman.

Duhai Hati...

Ku tau kau pasti menginginkan untuk pacaran, tapi kucoba untuk selalu melawan permintaanmu itu, karena aku tidak ingin jatuh kelembah setan, yang akan menjerumuskanku kedalam neraka.

Duhai Hati...

Sempat aku bertanya kepada Ibundaku tersayang dan tercinta tentang makna jomblo.

Aku bertanya: "Bunda, anakmu ingin bertanya. Enak pacaran sesudah menikah atau sebelum menikah?

Bundaku berkata: "Anakku sayang, diantara pacaran sesudah nikah dan pacaran sebelum nikah. Lebih indah pacaran yang sesudah menikah.

Aku bertanya: "Indahnya apa, Bunda? Bukannya sama-sama pacaran?"

Bunda berkata: "Indahnya, jika pacaran sebelum menikah hanya indah sesaat. Sedangkan pacaran setelah menikah indahnya sampai lama."

Aku bertanya: "Maksudnya bagaimana Bunda?"

Bunda berkata: "Begini anakku sayang, jika pacaran sebelum menikah pasti kalau memegang hanya sesaat dan jika sudah putus hubungan pacaran itu kamu tidak bisa memegang ataupun menyentuh dia. Sedangkan pacaran setelah menikah, kamu boleh melakukan apa saja yang kamu inginkan karena dia telah halal buatmu. Sudah paham belum anakku sayang?"

Aku menjawab: "Alhamdulillah sudah, Bunda."

Duhai Hati...

Ku tau kau menginginkan seorang pendamping yang baik, sholeh dan mencintai Allah, Rasul, dirimu, jeluargamu dan orang tuamu bukan? Jika kau menginginkan seseorang yang seperti itu, maka kita harus menjadi yang baik, dan sholeh. Bukankah Allah telah berfirman didalam QS. An-Nur ayat 26:

Artinya: "Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita yang baik." (QS. An Nur ayat 26)

Duhai Hati...

Jika orang yang telah pacaran akan ada rugi yang akan diterima:

1. Hilangnya suatu harga diri seseorang.
2. Membuat nama orang tua tercoret, jika telah melakukan zina.
3. Lebih mementingkan pacarnya dari pada Allah, dan masih banyak lagi.

Duhai Hati...

Bukankah pacaran akan terjerumus dalam dosa zina? Ingatlah akan Firman Allah ini, duhai Hati. Allah telah berfirman: "Dan janganlah kalian mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al Isra ayat 32).

Duhai Hati...

Sekarang kau tinggal memilih antara pacaran setelah menikah atau sebelum menikah? Karena cinta yang halal itu tidak mudah diraih dan didapat.

(Oleh: Keanue Bhee Cool)
Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar