| Seorang pejuang wanita YPG Kurdi mengoperasikan senjata berat. (Foto: dok. Rudaw.net) |
(RajaDumay.com) --- Beberapa jam setelah bom mobil di jantung ibukota Turki Ankara terjadi, militer Turki segera menyerang posisi Kurdi di Suriah dan Irak.
Turki telah menyalahkan militan Kurdi Unit Perlindungan
Rakyat (YPG) Suriah atas serangan bom Rabu yang menewaskan 28 orang dan melukai
61 lainnya.
Namun, kelompok Kurdi YPG yang didukung oleh Amerika Serikat
(AS) dalam memerangi kelompok Islamic State (ISIS/Daesh) telah membantah
keterlibatannya. Mi’raj Islamic
News Agency (MINA) memberitakan.
Sebuah mobil yang sarat dengan bahan peledak meledak di
samping pangkalan militer saat berhenti di lampu lalu lintas dekat markas
angkatan bersenjata Turki, parlemen dan gedung-gedung pemerintah di Ankara pada
Rabu malam.
Dalam beberapa jam pascabom meledak, Pemerintah Turki
mengatakan pesawat-pesawat tempur mereka telah menyerang pangkalan kelompok
Partai Pekerja Kurdi (PKK) di Irak utara yang telah melakukan perjuangan selam
tiga dasawarsa melawan negara Turki.
Perdana Menteri Ahmet Davutoglu pada Kamis mengatakan, serangan
itu terbukti jelas bahwa YPG adalah organisasi "teroris".
"Serangan kemarin langsung menargetkan Turki dan pelakunya
adalah YPG dan organisasi teroris PKK. Semua langkah-langkah yang diperlukan
akan diambil terhadap mereka," kata Davutoglu dalam pidato yang disiarkan
televisi.
(Sumber: Mirajnews.com/id)

0 komentar:
Posting Komentar