![]() |
| Perdana Menteri TurkiAhmet Davutoglu (kiri) dan Presiden Uni Eropa Donald Tusk (kanan) di markas Uni Eropa di Brussel, Belgia. (Foto: AFP) |
(RajaDumay.com) --- Setelah tiga kali putaran pembicaraan, Turki dan Uni Eropa akhirnya mencapai kesepakatan untuk menghentikan aliran pengungsi ke benua Eropa.
Pada konferensi pers di Brussels, Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu dan Presiden Uni Eropa
Donald Tusk mengkonfirmasi perjanjian itu yang akan mulai berlaku pada Ahad
(20/3).
"Pengungsi, migran, pencari suaka yang tiba di Yunani,
di pulau-pulau atau daratan, akan tunduk dalam pengolahan dan kemudian pada
waktunya, mereka akan dikirim kembali ke Turki," lapor wartawan Al Jazeera Neave Barker di ibukota
Belgia.
Kesepakatan ini bertujuan untuk menutup rute utama di Laut
Aegean yang telah dilalui lebih satu juta orang masuk ke Yunani pada tahun lalu,
sebelum mereka berkonvoi masal menuju Jerman dan Swedia.
Para Pemimpin Eropa telah sepakat pada Kamis pada rencana
umum di mana Turki akan diberikan bantuan keuangan dan politik dengan imbalan Turki
mengambil kembali semua pengungsi yang mencapai pulau-pulau Yunani.
Berdasarkan perjanjian tersebut, Pemerintah Ankara akan
mengambil kembali semua pengungsi yang menyeberang ke Yunani secara ilegal
melalui Laut Aegean.
Sebagai imbalannya, negara-negara Uni Eropa akan mengambil
ribuan pengungsi Suriah langsung dari Turki.
Di luar perundingan Brussel, kelompok hak asasi
Amnesty International memasang layar lebar bertuliskan “jangan perdagangkan
pengungsi! Hentikan kesepakatan!"


0 komentar:
Posting Komentar