Binladin Jual Aset untuk Bayar Gaji Karyawan

Perusahaan Saudi Binladin Group. (Foto: Gulf Business)
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

لَهُ ۥ مُعَقِّبَـٰتٌ۬ مِّنۢ بَيۡنِ يَدَيۡهِ وَمِنۡ خَلۡفِهِۦ يَحۡفَظُونَهُ ۥ مِنۡ أَمۡرِ ٱللَّهِ‌ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوۡمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنفُسِہِمۡ‌ۗ وَإِذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِقَوۡمٍ۬ سُوٓءً۬ا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۥ‌ۚ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَالٍ

Artinya, "Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia." (QS. Ar-Ra'du [13] ayat 11).

(RajaDumay.com) --- Di saat parah buruh Saudi Binladin Group berkumpul di Jeddah pekan ini memprotes tertundanya pembayaran gaji, muncul laporan bahwa perusahaan berencana menjual beberapa properti dan aset lainnya untuk dapat membayar utangnya.

Sebuah sumber pada Rabu (1/6) menyebutkan, perusahaan yang mengalami masalah mengambil tindakan tersebut untuk membayar karyawan.

Para pekerja dari perusahaan Binladin Group pekan ini telah memprotes atas belum dibayarnya gaji mereka, sementara mereka akan melakukan perjalanan pulang sebelum Ramadhan.

Pasukan keamanan harus membubarkan kerumunan pekerja yang berkumpul di luar perusahaan, setelah dilakukan penyegelan di luar lingkungan Al-Hamadinia, utara Jeddah.

Beberapa pekerja mengklaim mereka belum dibayar selama enam bulan.

Sumber itu mengatakan, perusahaan memiliki proyek senilai SR490 miliar, tapi senilai SR248 miliar terancam gagal. Pembayaran pekerja tertunda dan akan memperburuk masalah bagi perusahaan.

Sebagian pengunjuk rasa mengatakan, mereka tidak bisa mengerti mengapa perusahaan tidak mampu membayar pekerjanya dengan cepat sebelum Ramadhan.

Ali Al-Ghamdi, seorang karyawan perusahaan mengatakan manajemen Binladin Group harus bekerja lebih serius untuk memecahkan krisis. Dia mengatakan, perusahaan telah menerima pinjaman dari SR2.5 miliar dari Saudi British Bank dan Bank Arab Nasional, yang seharusnya digunakan untuk menutupi pengeluaran.

Juru bicara Binladin Group Yasin Al-Attas mengatakan, perusahaan tidak mengomentari urusan keuangan atau hubungan dengan mitra. Dia mengatakan, perusahaan berkomitmen untuk membayar karyawan dan menyelesaikan proyek-proyek yang dikontrak tepat pada waktunya. 
Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar