![]() |
| Tentara NATO di Afghanistan. (Foto: PA) |
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
وَإِذۡ أَخَذۡنَا مِيثَـٰقَكُمۡ لَا تَسۡفِكُونَ دِمَآءَكُمۡ وَلَا تُخۡرِجُونَ أَنفُسَكُم مِّن دِيَـٰرِكُمۡ ثُمَّ أَقۡرَرۡتُمۡ وَأَنتُمۡ تَشۡہَدُونَ
Artinya, "Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu (yaitu) kamu tidak akan menumpahkan darahmu (membunuh orang), dan kamu tidak akan mengusir dirimu (saudaramu sebangsa) dari kampung halamanmu, kemudian kamu berikrar (akan memenuhinya) sedang kamu mempersaksikannya." (QS. Al-Baqarah [2] ayat 84).
(RajaDumay.com) --- Wakil Ketua misi Resolute Support di Afghanistan pimpinan
NATO, Staf Komunikasi Angkatan Darat Brigjen Charles H. Cleveland mengatakan,
tidak ada jadwal pembicaraan damai dengan pemimpin baru Taliban dalam waktu
dekat.
Kepada para wartawan di Pentagon melalui teleconference pada
Kamis (2/6), Jenderal Cleveland mengatakan beberapa anggota Taliban mungkin
ingin meninggalkan pertempuran setelah melihat serangan yang menewaskan pemimpin
mereka, Mullah Akhtar Mansor.
Jenderal Cleveland lebih lanjut menambahkan bahwa sebagian
anggota Taliban mungkin juga ingin memilih pembicaraan damai setelah dihadapkan
dengan pertempuran lanjutan dan meningkatnya kemampuan pasukan Afghanistan.
"Harapan kami adalah sebagian dari orang-orang tingkat
rendah mulai terlibat pada sepotong perdamaian," kata Cleveland.
Pemerintah Afghanistan berharap bisa melakukan pembicaraan
langsung dengan pimpinan kelompok Taliban pada awal Maret lalu di tengah upaya oleh
anggota Kelompok Koordinasi Segiempat ( Afghanistan, Pakistan, Amerika Serikat
dan Cina).
Namun, Taliban menolak berpartisipasi dalam pembicaraan
damai langsung dan lebih memilih berjuang melawan pemerintah yang dinilai
sebagai “boneka” AS.
Taliban telah mengumumkan serangan musim semi pada bulan
April dan melakukan salah satu serangan terbesar di ibukota Kabul yang menewaskan
setidaknya 64 orang dan melukai 347 lainnya.
Serangan itu memaksa pemerintah Afghanistan
untuk mengubah sikap terhadap Taliban dan bersumpah untuk mengambil tindakan
militer yang ketat terhadap militan untuk menekan mereka dan akhirnya memaksa
mereka berpartisipasi dalam pembicaraan damai.


0 komentar:
Posting Komentar