| Seorang pria Suriah mengangkat tubuh anak perempuan yang meninggal oleh serangan bom. |
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
مِنۡ أَجۡلِ ذَٲلِكَ ڪَتَبۡنَا عَلَىٰ بَنِىٓ إِسۡرَٲٓءِيلَ أَنَّهُ ۥ مَن قَتَلَ نَفۡسَۢا بِغَيۡرِ نَفۡسٍ أَوۡ فَسَادٍ۬ فِى ٱلۡأَرۡضِ فَڪَأَنَّمَا قَتَلَ ٱلنَّاسَ جَمِيعً۬ا وَمَنۡ أَحۡيَاهَا فَڪَأَنَّمَآ أَحۡيَا ٱلنَّاسَ جَمِيعً۬اۚ وَلَقَدۡ جَآءَتۡهُمۡ رُسُلُنَا بِٱلۡبَيِّنَـٰتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرً۬ا مِّنۡهُم بَعۡدَ ذَٲلِكَ فِى ٱلۡأَرۡضِ لَمُسۡرِفُونَ
Artinya, "Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi." (QS. Al-Maidah [5] ayat 32).
(RajaDumay.com) --- Lembaga pemantau Suriah melaporkan, setidaknya 224 orang
tewas dalam pekan pertama Ramadhan di Suriah.
Dikutip dari MirajNews.com/id, lembaga Observatorium Suriah untuk HAM di Inggris mengatakan
pada Senin (13/6), sebagian besar kematian disebabkan oleh pengeboman pesawat-pesawat
tempur rezim Suriah dan Rusia pada 6 – 12 Juni.
Dalam masa itu, setidaknya 148 warga sipil, termasuk 50
anak-anak dan 15 wanita, tewas saat helikopter menjatuhkan bom drum.
Observatorium menambahkan bahwa setidaknya 12 orang tewas
dalam penembakan oleh kelompok oposisi dan ISIS.
Setidaknya satu orang dieksekusi oleh ISIS pada periode yang
sama.
Beberapa kelompok pemantauan, serta otoritas Turki, menuduh
Rusia melakukan serangan udara di provinsi Idlib, tetapi pihak berwenang Rusia
membantah terlibat.
Daerah ini dikendalikan oleh koalisi kelompok oposisi yang
disebut Army of Conquest (Tentara Penakluk) yang mencakup Nusra Front di
dalamnya. Koalisi oposisi ini tidak termasuk dalam gencatan senjata antara
pemerintah dan oposisi moderat Suriah.
Laporan Observatorium muncul di saat ratusan warga sipil menyelamatkan
diri bersama kubu ISIS Mambij di Suriah utara, karena khawatir ribuan orang akan
tetap terjebak di kota yang dikepung oleh pasukan Kurdi dan Arab dukungan AS.
Menurut perkiraan PBB, korban tewas telah meningkat
menjadi lebih dari 280.000 orang, sementara setengah penduduk negara itu telah
dipaksa mengungsi.

0 komentar:
Posting Komentar