![]() |
| Pasar Minggu di kota Srinagar penuh sesak oleh pedagang dan pembeli di hari ke-135 perlawanan rakyat Kashmir terhadap Pemerintah India. (Foto: GK/Aman Farooq) |
Srinagar, 21 November 2016
Di hari
ke-135 perlawanan rakyat Kashmir terhadap Pemerintah India, kegiatan ekonomi
terlihat berjalan normal di Lal Chowk, Srinagar, ibu kota Negara Bagian Jammu
dan Kashmir.
Kegiatan ekonomi mingguan Pasar Minggu terlihat tetap ramai
dengan kegiatan usaha setelah dua hari ada seruan dari para pemimpin masyarakat
Kashmir menyerukan perpanjangan perlawanan dan mogok massal.
Dikutip dari MINA, meskipun sekolah dan perguruan tinggi tetap tutup karena hari
Ahad, tapi transportasi negeri maupun swasta mulai normal. Kemacetan lalu
lintas di pusat kota dan daerah mulai sering terlihat.
Pasar Minggu adalah kegiatan bisnis mingguan yang digelar
dari jembatan Zero, Polo hingga ke Amira Kadal, di sepanjang kedua sisi jalan
utama.
Warga Srinagar dalam jumlah besar dapat dilihat membeli
barang-barang musim dingin termasuk selimut, jaket, mantel dan sweater.
"Kesibukan banyaknya konsumen di pasar menyebabkan
kemacetan lalu lintas di daerah tersebut, memaksa penumpang untuk mengambil
rute alternatif," kata warga kepada Greater
Kashmir.
Para pedagang kakil lima mengatakan, mereka datang lebih
awal di pagi hari untuk mendapatkan tempat di pasar. Beberapa pedagang yang
tidak mendapatkan tempat di pasar, terpaksa mendirikan kios-kios darurat di lokasi
yang ujung.
Toko-toko dan restoran juga tetap buka di hari itu.
Namun, mayoritas pemilik toko mengeluh bahwa bisnis mereka
sedang rapuh karena teka-teki mata uang.
"Demonetisasi (penghapusan pecahan 500 dan 1.000 rupee)
telah memukul bisnis kami menjadi buruk," kata Farooq Ahmed Mir, pengusaha
toko grosir.
Selama gelombang kerusuhan di Kashmir sejak 8 Juli 2016,
sudah 97 orang termasuk dua polisi tewas. Sekitar 15.000 orang terluka termasuk
700 korban luka mata oleh peluru pelet polisi India selama bentrokan
demonstrasi.
Puluhan dari cedera mata mengalami kebutaan separuh mata dan
total kedua mata.
Laporan dari berbagai kantor pusat distrik mengatakan
bahwa kehidupan berjalan normal karena semua pasar utama kondisinya ramai
dengan kegiatan usaha terkait.


0 komentar:
Posting Komentar