![]() |
| Warga Aleppo Timur berebut naik ke kendaraan untuk dievakuasi. (Foto: AFP/STRINGER) |
Khartoum, 17 Rabi’ul Awwal 1438/17 Desember 2016
Setelah
sempat melaporkan melalui pesan suara kondisi buruk di Aleppo Timur yang
diblokade pasukan Suriah, satu-satunya wartawan asing di sana, Bilal Abdul
Kareem, menuding media Rusia telah berbohong terkait pemberitaan tentang
evakuasi warga sipil.
Kareem yang bekerja untuk media On the Ground News (OGN) itu mengatakan, media pemerintah Rusia, "Russian Today (RT)", telah
berbohong dengan mengatakan seluruh warga sipil di Aleppo timur sudah
dievakuasi keluar dari wilayah kantung yang dikepung tersebut.
“Saya masih di sini dan ada puluhan ribu warga sipil masih
berada di sini (Aleppo Timur),” kata Kareem yang dikutip oleh Koresponden MINA di
Khartoum, Sudan, Siddiq Mustaqim. “Saya melihat banyak warga yang dipulangkan
kembali ke Aleppo Timur dan berkata bahwa mereka tidak dapat pergi hari ini
(Jumat).”
Siddiq mengatakan, dalam laporannya, Kareem meminta
masyarakat internasional untuk menyebarkan berita tersebut untuk mencegah Rusia
berhasil mengaburkan dunia dengan pemberitaan palsunya.
“Tiada yang dapat menolong kami kecuali Allah dan setelah
Allah yaitu Anda semua,” tambah Kareem.
Upaya evakuasi warga sipil dan sekelompok oposisi bersenjata
yang menyerah telah ditangguhkan menyusul adanya tembakan terhadap konvoi
kendaraan kemanusiaa yang ingin meninggalkan sisi timur kota itu.
Namun, menurut informasi terbaru dari seorang pejabat
kelompok oposisi, sebuah kesepakatan gencatan senjata baru untuk mengevakuasi
puluhan ribu anggota oposisi Suriah dan warga sipil dari Aleppo timur telah
tercapai.
Pejabat oposisi mengatakan kepada Al Jazeera pada Sabtu (17/12) bahwa kesepakatan itu memungkinkan
untuk melakukan evakuasi lengkap.
Berbicara kepada kantor berita Reuters, sumber dari pemerintah Suriah menegaskan terjadinya
perjanjian baru itu.
Pengumuman Sabtu ini, muncul setelah perjanjian sebelumnya
yang ditengahi oleh Turki dan Rusia runtuh, yang menyaksikan pihak pemerintah
dan oposisi Suriah saling menyalahkan.
Mi’raj Islamic News
Agency (MINA)


0 komentar:
Posting Komentar