![]() |
| Paus Francis. (Foto: Stephen Driscoll/CNA) |
Naypyidaw, KHILAFAH TERAKHIR - Uskup Katolik Myanmar merasa cemas
menjelang kunjungan Paus Francis pada bulan November, ia khawatir pemimpin
tetinggi umat Katolik itu menyebut “Rohingya” saat datang ke negara tersebut.
Juru Bicara Konferensi Katolik Uskup Myanmar Pastor Mariano
Soe Naing mengatakan pada Jumat (27/10), penyebutan nama “Rohingya” di Myanmar
bisa memicu protes dari masyarakat Buddha yang membenci minoritas tersebut.
Kunjungan Paus ke Myanmar dijadwalkan pada 27 November. Paus
adalah salah satu tokoh dunia yang menyatakan simpatinya kepada umat Islam
Rohingya.
Pada Senin (23/10) lalu, Paus berkabung atas penderitaan
anak-anak Rohingya yang terjebak di kamp pengungsi Bangladesh yang penuh sesak.
Pemimpin Katolik Myanmar menyatakan bahwa simpati kepada
orang-orang Rohingya dapat memicu pergolakan lebih lanjut.
"Kecemasan kami adalah jika dia (Paus) menyebutkannya,
beberapa masalah mungkin akan meningkat terhadapnya," kata Pastor Mariano.
Namun, ia menilai bahwa Paus akan cukup bijak untuk tidak
menciptakan kesulitan bagi negara tuan rumah dan gereja.
Mi’raj News Agency
(MINA)


0 komentar:
Posting Komentar