Aktivis GMJ 2012: 30 Maret Momentum Satukan Umat Dunia


Peserta aksi Global March to Jerusalem 30 Maret 2012 dari Jama’ah Muslimin (Hizbullah). (Foto: Sakuri/MINA)

Jakarta, MINA --- Aktivis Global March to Jerusalem atau GMJ 30 Maret 2012, Sakuri, mengatakan bahwa aksi “Pawai Akbar Kembali” yang dilakukan oleh rakyat Palestina di dalam dan luar negeri adalah momentum untuk menyatukan umat dunia.

“Ini merupakan momentum untuk menyatukan umat seluruh dunia menghadapi musuh bersama, common enemy. Musuh bersama umat manusia di seluruh dunia adalah penindasan satu bangsa terhadap bangsa lainnya,” kata Sakuri kepada MINA, Kamis (29/3), mengomentari aksi longmarch warga Palestina yang akan berkumpul di perbatasan Israel pada Jumat, 30 Maret.

Aksi “Pawai Akbar Kembali” akan menjadi aksi terbesar rakyat Palestina di perbatasan dengan Israel dalam memperingati “Hari Tanah” atau “Hari Nakbah”, hari ketika ribuan warga Palestina diusir dari tanah airnya oleh pendudukan Israel pada 1948.

Enam tahun yang lalu, melalui aksi GMJ, Sakuri bersama sekitar satu juta aktivis pro-Palestina dari seluruh dunia berjalan dan berkumpul di Lembah Yordan, dekat perbatasan Israel.

Menurut Sakuri (58) yang merupakan Amir Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Wilayah Jakarta dan Banten ini, aksi massal 30 Maret kali ini efektif menarik perhatian dunia internasional terhadap status rakyat Palestina.

“Ya, kita harus optimis akan berpengaruh kepada Israel. Kalau pemerintahannya di hujat umat manusia di berbagai belahan dunia, ini membuat warga yang berdomisili di sana tidak nyaman dan mereka akan berbondong-bondong meninggalkannya dan berimigrasi ke Rusia, Eropa dan lainnya,” katanya.

Menurutnya sama seperti enam tahun yang lalu, aksi massa GMJ membuat Israel semakin represif menekan, mengekang, dan menindas para aktivis.

Enam tahun yang lalu pun, para “sniper bergentayangan di bukit-bukit.” Sama di aksi kali ini, Israel telah mengirim lebih 100 sniper di perbatasan Gaza sebagai reaksi rencana demonstrasi massal warga Palestina hari Jumat.

Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar