Rudi Hendrik Novel - Pasukan Israel menewaskan sedikitnya delapan warga Palestina dan melukai 35 lainnya dalam sebuah serangan di kota Jenin, Tepi Barat yang diduduki, mendorong Hamas menyerukan mobilisasi penuh pemuda Palestina untuk melawan pasukan pendudukan.
Media Palestina melaporkan bahwa pasukan rezim, yang
didukung oleh helikopter, menyerbu Jenin dan kamp pengungsiannya pada Selasa
pagi (21/1), setelah terjadi beberapa serangan pesawat tak berawak.
Juru bicara pasukan keamanan Palestina, Anwar Rajab,
mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pasukan Israel telah "menembaki
warga sipil dan pasukan keamanan, yang mengakibatkan cedera pada beberapa warga
sipil dan sejumlah personel keamanan, salah satunya dalam kondisi kritis."
Militer Israel juga mengonfirmasi bahwa tentara, polisi, dan
dinas intelijennya telah memulai sebuah operasi, yang digambarkan oleh Perdana
Menteri Benjamin Netanyahu sebagai operasi "besar dan signifikan"
untuk "memberantas terorisme."
Serangan terhadap Jenin, tempat pasukan rezim telah
melakukan banyak penyerbuan dan serangan besar-besaran selama setahun terakhir,
terjadi hanya dua hari setelah dimulainya gencatan senjata di Jalur Gaza.
Hamas mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa orang-orang
di Gaza “berduka atas para syuhada Jenin yang gugur akibat tembakan dan pengeboman
pendudukan.”
Kelompok perlawanan itu juga mendesak “pemuda pemberontak
Jenin untuk memobilisasi dan meningkatkan konfrontasi dengan tentara Israel.”
Hamas mengatakan bahwa serangan “yang diluncurkan oleh
pendudukan di Jenin akan gagal, seperti semua operasi militer sebelumnya
terhadap rakyat kami,” di Gaza. []


0 komentar:
Posting Komentar