![]() | |
| Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (Veterans Today) |
Hal itu diungkapkan Menteri Pertahanan Israel periode 2009-2013 itu saat diwawancarai oleh stasiun televisi swasta Channel 2 seperti dilansir dari AFP, Ahad (23/8). Menurutnya, rencana itu disusun antara tahun 2009 dan 2010 lalu.
Barak menyatakan, ia dan Netanyahu telah menyetujui rencana itu. Namun, Kepala staf militer Israel saat itu, Jenderal Gaby Ashkenazi, tidak memberikan respons positif. "Penerus Ashkenazi, Benny Gantz mengatakan kepada pemimpin politik di negara ini bahwa kemungkinan untuk menyerang Iran selalu ada, tapi kalian tahu keterbatasan dan risiko yang akan didapatkan," tutur Barak.
Selain itu, sambungnya, perwakilan militer dalam bidang pertahanan di kabinet yaitu Moshe Yaalon dan Yuval Steinitz juga tidak menyetujui rencana itu. Alhasil, suara mayoritas yang diharapkan untuk menggolkan rencana ini pun sirna.
Moshe Yaalon, saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Saat itu ia memegang portfolio urusan yang strategis. Sedangkan Yuval Steinitz, kini menjadi Menteri Energi dan Infrastruktur yang kemudian diangkat menjadi Menteri Keuangan.
Lebih jauh Barak mengungkapkan, Israel kembali memiliki keinginan untuk menyerang Iran. Kali ini datang pada tahun 2012. Namun terpaksa ditangguhkan karena bertepatan dengan latihan perang bersama Amerika Serikat (AS). "Ini akan cenderung memalukan bagi Washington dan memberikan kesan jika AS terlibat langsung dalam perang itu," tuturnya.
Pada tahun 2013, Netanyahu menuding pendahulunya Ehud Olmert telah menghabiskan dana hampir tiga miliar dolar sebagai persiapan untuk menyerang Iran. Namun hal itu tidak pernah terwujud.
Selama bertahun-tahun, Netanyahu telah melenguh ancaman untuk menggunakan opsi militer guna mencegah Iran mendapatkan senjata nuklir. Ia pun dengan tegas menolak kesepakatan nuklir internasional yang berujung pada pencabutan sanksi ekonomi bagi Teheran.
Netanyahu dan sebagian politisi Israel meyakini jika perjanjian tersebut tidak akan mampu meredam keinginan Iran untuk mempunyai senjata nuklir yang bisa digunakan untuk melawan Negara Zionis itu.
Israel pantas was-was karena para petinggi Iran juga kerap menyerukan penghancuran Israel, dimana mereka tidak mengakui keberadaan negara tersebut. Teheran juga selalu menyangkal jika program nuklir tersebut digunakan untuk kepentingan militer, melainkan murni untuk tujuan damai.
(Sumber: SindoNews.com)


0 komentar:
Posting Komentar