Ritual-Ritual Paling Ekstrim di India

Ritual melempar bayi di India. (Listverse.com)
(RajaDumay.com) --- India yang pengaruh agama Hindunya masih sangat kuat, terkenal dengan berbagai ritualnya. Tidak sedikit pula dari ritual itu bersifat ekstrim bagi kebanyakan orang.

Beberapa ritual ekstrim dan aneh di India yang masih dilakukan hingga sekarang di antaranya:

Ritual Thookam (CatatanKecilku.net)

1. Ritual Melempar Bayi

Para pasangan suami istri yang baru dikaruniai anak harus melempar bayinya dari ketinggian sekitar 10 meter. Dibawahnya sudah siap beberapa orang untuk menangkap bayi tersebut dengan kain. Ritual ini diadakan pada bulan Desember di Karnataka.

Orang India beranggapan bahwa melempar bayi dapat membawa keberuntungan bagi si bayi dan keluarganya.

2. Ritual Pembuangan Bayi Perempuan

Masih mengenai bayi, di India bayi laki-laki sangat diutamakan dan sebaliknya dengan bayi perempuan. Seolah orang tua tidak ingin memiliki bayi perempuan. Maka, banyak kejadian pembunuhan terhadap bayi perempuan atau bayi perempuan yang mengapung di sungai.


3. Ritual Mengaitkan Tubuh

Ritual ini disebut Thookam. Ini adalah ritual yang dilakukan dengan mengaitkan tubuh. Beberapa pria dewasa dikaitkan tubuhnya dengan pengait dan kemudian diarak sebagai bentuk pemujaan terhadap Dewa Kali.

4. Ritual Tindik Lidah

Tindik lidah memang sudah umum dilakukan orang, tapi dengan tindik lidah kecil dan hanya untuk bergaya. Berbeda dengan upacara tindik lidah di India ini yang mengharuskan pesertanya menindik lidah dengan jarum seukuran pensil dan membiarkannya hingga ritual selesai.

5. Ritual Bani di Andhra Pradesh

Ritual ini layaknya tawuran atau kerusuhan, karena ritual ini dilakukan dengan cara menghunuskan tongkat satu sama lain antar peserta. Tak sedikit yang mengalami cidera pada kepala atau anggota tubuh lainnya. Tapi mereka yakin bahwa ritual ini membawa keberkahan.


Dan banyak lagi ritual ekstrim di India.

(Sumber: CatatanKecilku.net)
Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar