| Ketua Lembaga Dakwah Kreatif, Erick Yusuf (Foto: MINA/Erick Yusuf) |
(RajaDumay.com) --- Dai muda asal
Bandung mengajak dan mengimbau para pemuda Muslim mengubah malam tahun baru
nanti menjadi “malam tahajud”.
Kurang dari
setengah bulan menuju pergantian tahun, Erick Yusuf melalui pesannya kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA) pada
Jumat (18/12) di Jakarta, mengajak masyarkat Muslim mengisi malam tahun 2016 dengan
renungan, zikir dan doa.
“Ayo kita ubah,
acara perayaan tahun baru menjadi perenungan, zikir dan doa. Jadikan malam itu
malam Tahajud Nasional, malam Zikir Nasional, difasilitasi oleh pemerintah dan
swasta. Dan semoga dengan seperti ini, tidak ada lagi bentuk-bentuk kemasan
perayaan tahun baru yang sia-sia. Insya Allah,” ujarnya.
Sudah membudaya di
berbagai belahan dunia, khususnya di Indonesia, pergantian tahun masehi
seringkali diintepretasikan dengan acara "pesta" tahun baru.
“Ini yang membuat seluruh
industri hiburan berlomba-lomba membuat paket-paket acara tahun baru dengan
berbagai jenis kemasan,” kata dai pemimpin Lembaga Dakwah Kreatif itu.
Menurutnya, jika
tidak paham, bukan hanya anak-anak muda yang tidak paham, tetapi juga kaum
dewasa dan keluarga, seringkali justru ikut didalam esensi pestanya.
“Padahal
sesungguhnya tahun baru, bulan baru, hari baru, seharusnya kita lewati dengan muhasabah dengan mengevaluasi terhadap
pencapaian yang telah kita lakukan. Apakah hari/bulan/tahun ini sudah/akan
menjadi lebih baik dari tahun yang lalu dan bagaimana menjadikan tahun yang
akan datang lebih baik dari tahun ini,” kata Erick.
Erick memaparkan,
dari dahulu para dai sudah berdakwah dengan menghimbau agar umat Islam tidak
ikut-ikutan merayakan tahun baru atau tasyabuh
(melakukan hal yang serupa), tapi himbauan atau larangan tersebut tidak di
Indahkan oleh sebagainya besar masyarakat Indonesia yang nota bene Muslim.
Karana itu, katanya
lagi, para aktivis dakwah mulai membuat acara-acara alternatif untuk siar
dengan membuat paket acara zikir atau muhasabah
tahun baru yang tidak sama dengan pesta-pesta yang menyediakan minum khamr,
tiup terompet dan sebagainya, tapi dikemas dengan renungan, zikir serta doa
bersama.
“Ternyata ini bukan
hanya sebagai alternatif, tetapi lebih jauh sebagai solusi. Dan dari tahun ke tahun,
alhamdulillah peserta acara-acara
tersebut semakin banyak,” tambahnya. (Rudi Hendrik)
(Sumber: MirajNews.com/id)

0 komentar:
Posting Komentar