![]() |
| Hizbullah Lebanon berpengaruh kuat di pemerintahan. (foto: Mahmoud Zayyat/AFP/Getty Images) |
(RajaDumay.com) - Kuwait dan Qatar menjadi negara-negara Teluk Arab berikutnya
setelah Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UAE) dan Bahrain memberi warganya travel warning (peringatan perjalanan)
agar meninggalkan Lebanon atau menghindari bepergian ke sana.
Travel warning
dikeluarkan oleh negara anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC) sehari setelah Pemerintah
Riyadh menghentikan $ 4 miliar bantuannya untuk pasukan keamanan Lebanon,
menanggapi posisi "permusuhan" dengan kelompok Syiah Hizbullah
Lebanon. Mi’raj Islamic
News Agency (MINA) memberitakan.
Kementerian Luar Negeri Qatar dalam sebuah pernyataan pada Rabu
(25/2) meminta warganya di Lebanon untuk meninggalkan negara itu demi
keselamatan mereka sendiri dan melarang warga Qatar bepergian ke sana.
Sebelumnya di hari yang sama, Kedutaan Kuwait di ibukota
Lebanon Beirut juga mengatakan, semua warga Kuwait harus meninggalkan Lebanon, kecuali
dalam keadaan darurat, dan menyarankan mereka yang tinggal di sana untuk
berhati-hati dan menghindari tempat-tempat yang tidak dijamin keamanannya.
Namun, pernyataan yang dikutip oleh kantor berita KUNA itu tidak
memberikan alasan atas peringatan itu.
Pada hari Selasa, Kementerian Luar Negeri Saudi mengeluarkan
pernyataan yang menyerukan semua warganya tidak melakukan perjalanan ke Lebanon
demi “keselamatan mereka”.
Kerajaan juga meminta warganya yang berada di Lebanon atau yang
berkunjung tidak tinggal kecuali sangat diperlukan.
Pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita resmi SPA,
mendesak warga Saudi di Lebanon untuk
menghubungi Kedutaan Saudi di Beirut.
Seorang pejabat Saudi mengatakan, Kerajaan telah melihat
posisi Lebanon bermusuhan yang dihasilkan dari cengkraman Hizbullah di
pemerintahan Beirut.
(Sumber: Mirajnews.com/id)


0 komentar:
Posting Komentar