600 Perusahaan Israel Disebut dalam Dokumen Panama Papers

Mantan ajudan mantan perdana menteri Ariel Sharon, Dov Weisglass. (Flash90)
(RajaDumay.com) --- Bocoran laporan firma hukum Panama, Mossack Fonseca, menyebutkan bahwa ada 600 perusahaan Israel dan dua bank besar terlibat kesepakatan pencucian uang dengan politisi dan tokoh publik dunia.

Otoritas pajak Israel mengatakan pada Selasa (5/4), mereka sedang mencari besar-besaran dokumen yang bocor yang dikenal dengan nama Panama Papers.

Diktuip dari Mirajnews.com/id, juru bicara otoritas pajak mengatakan, informasi dari kebocoran memperkuat kampanye pemerintah Israel yang diluncurkan tahun lalu, bahwa warga  Israel yang ada di luar negeri tidak berarti aman dari menghadapi hukuman jika melakukan kejahatan.

Dia menekankan, undang-undang baru yang bertujuan untuk mengurangi penggelapan pajak juga telah disahkan. Mereka yang terbukti bersalah akan menghadapi ancaman 10 tahun penjara.

Kementerian Keuangan Israel belum mengomentari bocornya Panama Papers.

Menurut media Israel, ada 600 nama perusahaan Israel, termasuk dua dari tiga bank besar Israel - Bank Leumi dan Bank Hapoalim - yang tercantum dalam dokumen. Sebanyak 850 pemegang saham juga disebut sebagai pemegang rekening di bebas pajak.

Media Israel melaporkan, di antara mereka disebutkan dalam dokumen adalah pengusaha Israel Idan Ofer dan mantan ajudan mantan perdana menteri Ariel Sharon, Dov Weisglass.

Harta dari 11 juta dokumen Panama Papers itu secara anonim bocor ke harian Jerman Sueddeutsche Zeitung dan berbagi dengan lebih dari 100 kelompok media oleh Konsorsium Internasional Jurnalis Investigasi (ICIJ).

Dokumen itu telah mengungkap adanya praktek pelanggaran keuangan dan pajak oleh pelanggan di seluruh dunia. (Rudi Hendrik)
Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar