![]() |
| Perdana Menteri Libya terpilih Fayez Al-Sarraj yang didukung oleh PBB. (Foto: EPA) |
(RajaDumay.com) --- Pemerintah Libya di Tripoli yang tidak diakui dunia
internasional akhirnya menyatakan menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah
persatuan yang didukung oleh PBB.
Dikutip dari MirajNews.com/id, langkah yang diumumkan pada Selasa (5/4) itu bertujuan
menghindari bentrokan sektarian lebih lanjut.
Sikap pemerintah saingan itu ditetapkan hampir sepekan
setelah Perdana Menteri terpilih Fayez Al-Sarraj tiba di Tripoli untuk
menegaskan otoritas pemerintah persatuan.
Pengumuman itu mengungkapkan, para pejabat Tripoli
memutuskan untuk keluar karena mereka berkomitmen untuk melestarikan
kepentingan yang lebih tinggi demi negara dan mencegah pertumpahan darah dan
perpecahan di negara Afrika Utara itu.
Libya terus berada dalam kekacauan sejak pemberontakan 2011 yang
didukung oleh NATO yang menggulingkan dan membunuh penguasa lama Presiden
Muammar Gaddafi.
Sebelumnya, negara ini memiliki dua pemerintahan saingan
sejak pertengahan 2014, setelah aliansi milisi menyerbu ibukota, mengubah
otoritas dan memaksa parlemen yang diakui secara internasional pindah ke kota
Tobruk di timur jauh negara itu.


0 komentar:
Posting Komentar