Gadis Pakistan Dibakar Ibunya Karena Kawin Lari

Ambreen Riasat dibakar di dalam mini-bus di Abbottabad, Pakistan. (Foto: Representational Image)
(RajaDumay.com) --- Ambreen Riasat, gadis Pakistan 17 tahun harus berakhir dengan dibius dan dicekik sebelum tubuhnya dibakar dalam mini-bus.

Eksekusi kejam itu atas perintah dewan suku desa di distrik Makol, Abbottabad pekan lalu.

Anggota dewan mengikat tubuh Riasat dikursi mini-bus yang rencananya akan ia pakai untuk kawin lari bersama pasangannya.

Naasnya lagi, selain dewan suku yang terlibat, ibu gadis itu juga terlibat dalam pengambilan keputusan.

"Kami telah menangkap 13 orang dari dewan dan ibu korban," kata kepala polisi setempat, Khurram Rasheed kepada Al Jazeera yang dikutip RajaDumay.com.

"Ibu dari korban ditangkap karena ia terlibat dalam pengambilan keputusan dan juga karena dia menyerahkan putrinya kepada anggota dewan," kata Rasheed.

Menurut Rasheed, jika terbukti bersalah, tersangka bisa menghadapi hukuman mati atau di penjara seumur hidup.

Ansar Burney, seorang aktivis hak-hak sipil Pakistan terkemuka, menyerukan tindakan tegas terhadap pembunuhan itu demi kehormatan sistem dewan suku di Pakistan.

"Sistem dewan suku harus segera mengakhiri dan semua orang yang terlibat dalam kejahatan tersebut harus dihukum," kata Burney.

Menurut Burney, sebuah Jirga (dewan suku) tidak memiliki hak untuk memberikan perintah membunuh, bahkan hukum tidak mendukung sistem suku yang memberi perintah untuk membunuh seseorang.

"Saya malu hidup di antara orang-orang seperti ini. Wanita masih menjadi budak di Pakistan. Mengapa orang memaksakan pembunuhan tersebut hanya pada wanita? Tren dan pola pikir ini perlu dirubah atau putri kita dan saudara kita akan menghadapi masa depan yang sama," ujarnya.

Di antara kasus pembunuhan demi kehormatan, baru-baru ini juga menimpa seorang wanita hamil yang dilempari batu sampai mati pada 2014 di luar Pengadilan Tinggi di Lahore, Pakistan. Dia diyakini telah menikah melawan keinginan keluarganya.

Menurut lembaga independen Komisi Hak Asasi Manusia di negara itu, hampir 1.100 wanita yang tewas tahun lalu dengan dalih membela “kehormatan keluarga”.


Pembunuhan biasanya dilakukan oleh suami atau kerabat sebagai hukuman karena wanita diduga berzina, perilaku seksual terlarang atau perempuan menentang keluarga mereka atas nama cinta. (Rudi Hendrik)
Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar