Pekan Protes Anti-Trump Dimulai di Washington

Ilustrasi: demonstrasi anti-Trump 9 November 2016 di Washington. (Foto: Reuters)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,

يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَتَّخِذُواْ بِطَانَةً۬ مِّن دُونِكُمۡ لَا يَأۡلُونَكُمۡ خَبَالاً۬ وَدُّواْ مَا عَنِتُّمۡ قَدۡ بَدَتِ ٱلۡبَغۡضَآءُ مِنۡ أَفۡوَٲهِهِمۡ وَمَا تُخۡفِى صُدُورُهُمۡ أَكۡبَرُ‌ۚ قَدۡ بَيَّنَّا لَكُمُ ٱلۡأَيَـٰتِ‌ۖ إِن كُنتُمۡ تَعۡقِلُونَ

Artinya, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu [karena] mereka tidak henti-hentinya [menimbulkan] kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat [Kami], jika kamu memahaminya." (QS. Ali Imran [3] ayat 118).

Washington, 16 Rabi’ul Awwal 1438/15 Januari 2017 --- Ribuan aktivis hak-hak sipil telah memulai satu pekan aksi protes anti Donald Trump dengan cara berpawai di Washington, sepekan menjelang pelantikan presiden terpilih.

Gerakan protes ini berjanji untuk terus berjuang demi kesetaraan dan keadilan di bawah pemerintahan yang akan datang.

Massa meneriakkan "tidak ada keadilan, tidak ada perdamaian", demikian MINA memberitakan.

Pengunjuk rasa yang dipimpin oleh Pendeta Al Sharpton berbaris pada Sabtu (14/1) di sepanjang National Mall menuju Martin Luther King Jr Memorial, sekitar tiga kilometer dari dari US Capitol, tempat Trump akan dilantik sebagai presiden pada Jumat mendatang, 20 Januari 2017.

Orator dalam pawai mengecam Trump di depan pengunjuk rasa.

Pawai dilakukan di bawah gerimis dan suhu di atas titik beku.

"Kami berdiri bersama-sama, bukan sebagai pembenci, tetapi sebagai orang yang berharap," kata Charley Hames Jr, Presiden Jaringan Aksi Nasional Sharpton dari Oakland, California.

Trump, seorang pengembang real estate New York, menang dalam pemilu presiden AS dengan platform populis, termasuk janji untuk membangun dinding di sepanjang perbatasan Meksiko dan membatasi imigrasi dari negara-negara Muslim.

Komentar Trump yang meremehkan tentang imigran dan perempuan serta sikap melawan undang-undang kesehatan yang ditandatangani Obama, telah menarik kemarahan banyak kalangan yang kemudian merencanakan serangkaian protes menjelang pelantikan Trump.

"Dia badut," kata peserta pawai Ken Coopwood Jr (17) dari Washington kepada kantor berita Reuters. "Saya pikir dia tidak akan peduli orang banyak, kecuali pribadi."

Sekitar 30 kelompok, hampir semuanya anti-Trump, mendapatkan izin untuk melakukan protes sebelum, selama dan setelah pelantikan Trump.

Demonstrasi sepanjang sepekan akan menyuarakan dukungan bagi perempuan, kesehatan, pendidikan publik, anti-rasisme dan perdamaian.

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)
Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar