![]() |
| Ilustrasi: demonstrasi anti-Trump 9 November 2016 di Washington. (Foto: Reuters) |
يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَتَّخِذُواْ بِطَانَةً۬ مِّن دُونِكُمۡ لَا يَأۡلُونَكُمۡ خَبَالاً۬ وَدُّواْ مَا عَنِتُّمۡ قَدۡ بَدَتِ ٱلۡبَغۡضَآءُ مِنۡ أَفۡوَٲهِهِمۡ وَمَا تُخۡفِى صُدُورُهُمۡ أَكۡبَرُۚ قَدۡ بَيَّنَّا لَكُمُ ٱلۡأَيَـٰتِۖ إِن كُنتُمۡ تَعۡقِلُونَ
Washington, 16 Rabi’ul Awwal 1438/15 Januari 2017 --- Ribuan aktivis hak-hak sipil telah memulai satu pekan aksi protes anti Donald Trump dengan cara berpawai di Washington, sepekan menjelang pelantikan presiden terpilih.
Gerakan protes ini berjanji untuk terus berjuang demi kesetaraan
dan keadilan di bawah pemerintahan yang akan datang.
Massa meneriakkan "tidak ada keadilan, tidak ada
perdamaian", demikian MINA
memberitakan.
Pengunjuk rasa yang dipimpin oleh Pendeta Al Sharpton
berbaris pada Sabtu (14/1) di sepanjang National
Mall menuju Martin Luther King Jr
Memorial, sekitar tiga kilometer dari dari US Capitol, tempat Trump akan
dilantik sebagai presiden pada Jumat mendatang, 20 Januari 2017.
Orator dalam pawai mengecam Trump di depan pengunjuk rasa.
Pawai dilakukan di bawah gerimis dan suhu di atas titik beku.
"Kami berdiri bersama-sama, bukan sebagai pembenci,
tetapi sebagai orang yang berharap," kata Charley Hames Jr, Presiden Jaringan
Aksi Nasional Sharpton dari Oakland, California.
Trump, seorang pengembang real estate New York, menang dalam pemilu presiden AS dengan platform populis, termasuk janji untuk membangun
dinding di sepanjang perbatasan Meksiko dan membatasi imigrasi dari negara-negara
Muslim.
Komentar Trump yang meremehkan tentang imigran dan perempuan
serta sikap melawan undang-undang kesehatan yang ditandatangani Obama, telah
menarik kemarahan banyak kalangan yang kemudian merencanakan serangkaian protes
menjelang pelantikan Trump.
"Dia badut," kata peserta pawai Ken Coopwood Jr (17)
dari Washington kepada kantor berita Reuters. "Saya pikir dia tidak akan
peduli orang banyak, kecuali pribadi."
Sekitar 30 kelompok, hampir semuanya anti-Trump, mendapatkan
izin untuk melakukan protes sebelum, selama dan setelah pelantikan Trump.
Demonstrasi sepanjang sepekan akan menyuarakan
dukungan bagi perempuan, kesehatan, pendidikan publik, anti-rasisme dan perdamaian.
Mi’raj Islamic News
Agency (MINA)


0 komentar:
Posting Komentar