![]() |
| Kondisi jalanan Gaza di malam hari yang tanpa listrik. (Foto: Mohammed Salem/Reuters) |
Gaza (Khilafah Terakhir) --- Koordinator
Khusus PBB untuk Timur Tengah Nickolay Mladenov memperingatkan bahwa warga
Palestina di Jalur Gaza akan menghadapi "krisis kemanusiaan" jika
pasokan listrik yang sudah sedikit dipangkas lagi.
Mladenov mengatakan pada hari Jumat, 26 Mei 2017, otoritas
Israel dan Palestina serta gerakan Hamas yang mengatur Gaza, semuanya memiliki
kewajiban untuk kesejahteraan penduduk Gaza.
Otoritas Palestina telah mengatakan selama beberapa pekan
terakhit bahwa pihaknya akan mengurangi pembayarannya ke Israel untuk
mendapatkan listrik Gaza.
Otoritas Israel mengumumkan pada hari Kamis (25/5) bahwa
pihaknya akan mengurangi pasokan listrik yang sebelumnya sudah turun menjadi
sekitar empat jam sehari. Namun, belum ada tanggal yang ditetapkan.
"Menurut Anda, berapa lama mereka bisa bertahan
jika ini dikurangi menjadi dua jam listrik per hari? Siapa yang akan membayar
harga kekerasan dan eskalasi berikutnya?" tanya Mladenov, demikian Al Jazeera memberitakan.
Listrik di Gaza hanya membuat air minum tersedia
selama beberapa jam setiap dua sampai empat hari. Rumah sakit hampir tidak
berfungsi tanpa listrik, menunda operasi dan mengurangi pembersihan dan
sterilisasi. Termasuk kurangnya irigasi sehingga membuat harga pangan melonjak
tinggi.
Bulan lalu, Presiden Mahmoud Abbas berselisih dengan
Hamas mengenai pajak bahan bakar, setelah pembangkit listrik yang diandalkan
Gaza untuk hampir sepertiga di wilayah tersebut berhenti bekerja.
Mladenov mengatakan PBB menawarkan bantuan darurat
kepada dua juta penduduk Gaza dengan bahan bakar untuk generator, air, kebutuhan
medis dan sanitasi, tapi cadangan tersebut akan habis dalam beberapa pekan ke
depan.
"Di Gaza kita memasuki krisis lain dengan mata
terbuka lebar," tambah Mladenov.
Mi’raj
Islamic News Agency (MINA)


0 komentar:
Posting Komentar