Rudi Hendrik Novel - Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan di Gaza menggambarkan situasi di wilayah utara jalur tersebut sebagai “neraka”, yang telah berada di bawah serangan darat dan pengepungan Israel selama “100 hari”.
“Situasinya benar-benar seperti neraka,” kata Munir al-Barsh
pada Ahad (12/1), mengacu pada serangan harian Israel dan larangan rezim Zionis
tersebut atas pengiriman makanan kepada staf medis yang terjebak di rumah sakit
di wilayah utara. Press TV melaporkan.
Ia menambahkan bahwa “rumah sakit di wilayah utara Gaza
telah berubah menjadi kuburan massal.”
Al-Barsh mencatat bahwa serangan dan penghancuran rumah
sakit serta infrastruktur serta tanda-tanda kehidupan apa pun di wilayah utara
ditujukan untuk mengosongkan wilayah tersebut dari penduduknya.
“Pendudukan Israel telah dengan sengaja menghancurkan sistem
kesehatan sejak saat pertama,” katanya, seraya menambahkan bahwa “penghancuran
rumah sakit adalah bukti terbesar dari genosida [Israel].”
Menurut pernyataannya, 5.000 orang telah syahid atau hilang,
sementara 9.500 lainnya terluka sejak dimulainya serangan Israel di wilayah
utara Gaza pada awal Oktober 2024. Pasukan rezim juga telah menculik sekitar
2.300 orang, termasuk 65 staf medis, selama serangan yang sedang berlangsung.
[]


0 komentar:
Posting Komentar