Rumah Menyendiri, Bab2 "Sembilan Ketukan"




*Sembilan Ketukan*

Beberapa hari kemudian. Sutrisna mengabarkan Eko Subagyo bahwa proyeknya sudah selesai dan besok berangkat ke Brebes. Eko mengiyakan.

Keesokannya. Sutrisno berangkat ke Brebes, di salah satu desa di kabupaten Jawa Tengah tersebut.

Sutrisno sudah pernah beberapa kali berkunjung ke rumah Eko Subagyo dan kenal dekat dengan orangtua Eko dan anak istrinya.

Rumah Eko Subagyo berposisi sendiri, cukup jauh dari tetangga mana pun. Di depan rumah adalah tanah lapang untuk bermain bola. Seterusnya adalah hutan perkebunan. Kanan dan kiri kebun serta ada sebuah makam yang cukup dikeramatkan. Di belakang rumah ada kebun juga.

Untuk sementara keluarga Eko Subagyo dipindahkan selagi rumah itu direnovasi.

Eko: Bagaimana, Tri?

Sutrisno melihat-lihat bagian-bagian rumah yang akan direnovasi.

Sutrisno: Sekitar dua pekanlah, Ko. Habis zuhur nanti bisa saya langsung mulai.

Eko: Beberapa bahan sudah saya beli. Yang kurang-kurang nanti kamu tinggal bilang, nanti saya pesanin ke material.

Sutrisno: Selama saya kerja dan nginap di sini, kamu juga di sini, ‘kan?

Eko: Iya, tenang saja. Saya juga bantuin, biar cepat selesai.

Sutrisno: Keluarga kamu nginep di mana, Ko?

Eko: Di rumah mertua saya di desa tetangga.

Sutrisno: Masih belum ada juga yang bangun rumah di dekat rumah kamu, Ko?

Eko: Boro-boro mau bangun rumah, orang desa malah ramai-ramai ke kota.

Sutrisno: Tapi kamu betah saja di sini. Kenapa enggak diperluas saja, Ko?

Eko: Belum perlu. Yang ini saja sudah cukup luas buat saya sekeluarga. Nanti kalau saya nikah lagi. Hahaha!

Sutrisno: Hahaha! (RH)

Sumber: YT Lapak Horor


Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar: