Rudi Hendrik Novel - Kebakaran hutan di Los Angeles (LA), Negara Bagian California, AS terus menimbulkan kerusakan, menewaskan 24 orang dan menghancurkan ribuan bangunan, di saat angin kencang memperburuk situasi bagi warga sipil dan petugas pemadam kebakaran.
Dalam pembaruan pada Ahad malam (12/1), Departemen Pemeriksa
Medis Kabupaten Los Angeles mengatakan, total 24 orang tewas akibat kebakaran
hutan. Press TV melaporkan.
Menurut pemeriksa, jumlah ini hanyalah perkiraan karena
ratusan orang di berbagai wilayah kabupaten masih hilang.
Peramal cuaca di California juga memperingatkan angin
kencang yang memicu kobaran api di sekitar Los Angeles diperkirakan akan
kembali terjadi pekan ini.
Angin Santa Ana yang terkenal kering akan kembali terjadi
mulai Ahad malam hingga Rabu (15/1), mencapai kecepatan hingga 96 km/jam, katanya.
Hari paling berbahaya adalah Selasa, kata ahli meteorologi
layanan cuaca Rich Thompson. "Angin kencang Santa Ana akan terjadi,
atmosfer sangat kering, dan semak-semak masih sangat kering, jadi kita masih
menghadapi kondisi cuaca kebakaran yang sangat kritis di luar sana,"
imbuhnya.
Pada hari Sabtu (11/1), api menyebar ke timur, merayap
mendekati Interstate 405 dan jalur pegunungan yang ramai. Ini adalah
"perkembangan yang signifikan," kata juru bicara daerah LA Jesus
Ruiz.
Dengan api yang tumbuh dengan cepat dan bergerak ke arah
"daerah yang padat penduduk... kami benar-benar khawatir," lanjutnya.
Gubernur California Gavin Newsom mengatakan bahwa ia yakin
bahwa dalam hal biaya yang terkait dengan kebakaran hutan, itu akan menjadi
bencana alam terburuk dalam sejarah AS untuk hal skala dan cakupan, dan jumlah
korban jiwa kemungkinan akan meningkat secara signifikan juga.
Pada Ahad, peramal swasta Accuweather meningkatkan perkiraan
awal kerugian finansial dari kebakaran menjadi antara $250 miliar hingga $275
miliar. Kebakaran hutan itu berada akan menjadi salah satu yang paling mahal
dalam sejarah AS. []


0 komentar:
Posting Komentar