Rudi Hendrik Novel - Brigade Al-Quds, sayap militer gerakan Jihad Islam Palestina, merilis pesan pada Senin (27/1) dari sandera Israel Arbel Yehoud.
Dalam pesan tersebut, Yehoud memohon kepada mantan Presiden
AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, mendesak mereka
untuk "memastikan kelanjutan perjanjian gencatan senjata seperti yang
direncanakan, sehingga semua tahanan dapat kembali dengan selamat, dan tahanan
Palestina dapat dibebaskan dan kembali ke rumah mereka dengan aman."
Berbicara kepada keluarganya, Yehoud memperkenalkan dirinya
sebagai mantan tentara di pasukan pendudukan Israel, setelah bertugas selama
dua tahun. Almayadeen melaporkan.
Dia menyatakan harapannya untuk kembali kepada orang-orang
yang dicintainya, sama seperti sandera wanita yang baru-baru ini dibebaskan
dalam kesepakatan pertukaran tahanan.
Yehoud meyakinkan keluarganya bahwa dia dalam keadaan sehat
dan tetap berada dalam tahanan Brigade Al-Quds.
Yehoud yang pembebasannya diminta oleh Israel sebelum
mengizinkan kembalinya warga Palestina yang mengungsi, akan diserahkan oleh
Perlawanan Palestina dalam beberapa hari, AFP melaporkan pada Ahad (26/1),
mengutip dua sumber Palestina.
"Arbel Yehoud dijadwalkan dibebaskan sebelum pertukaran
[tawanan-tahanan] berikutnya" yang dijadwalkan pada tanggal 1 Februari,
ungkap seorang sumber dari gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ).
Sumber Palestina lain yang mengetahui masalah tersebut
mengatakan, pembebasan Yehoud diperkirakan akan dilakukan pada Jumat (31/1). []


0 komentar:
Posting Komentar