Nenek Sunda, Bab5 Siksa dari Gunung


*Siksa dari Gunung*

Rombongan Rina dan kakaknya mulai mendaki. Formasi mereka: Gito di depan mejadi navigator, lalu Elang, Wahyu, Tarman, Lisa, Rina, dan Sultan paling belakang.

Sepanjang jalan mereka berbincang dan bercanda. Hingga akhirnya Sultan yang berjalan paling belakang menarik-narik tas daypack Rina.

Sultan: Hei hei hei!

Rina: Kenapa sih?

Sultan: Elu maju ke depan deh, gue mau tukaran posisi.

Rina: Apaan sih? Masih pagi juga, takutan amat.

Sultan: Enggak, ada yang mau gua omongin.

Rina lalu maju ke depan bersama Lisa, ke belakang Gito. Sehingga formasi menjadi: Gito, Lisa, Rina, Sultan, Elang, Wahyu, kemudian Tarman.

Rina: Elu kenapa sih, pindah-pindahan melulu?

Sultan: Enggak, enggak apa-apa?

Mereka tetap bercanda dan gembira. Karena terlalu riangnya, sampai-sampai mereka tertawa lepas. Dari kegembiraan mereka itu, Lisa yang tertawanya paling girang.

Akhirnya mereka melewati Curug Cibeureum.

Rina: Aduh, dulu gue mau ke Curug, tapi tidak bisa masuk. Ini bisa gak ya gue sampai ke gunungnya?” (dalam hati)

Rina: Ya udah, bismillah saja.

Tiba-tiba Lisa berjalan cepat maju paling depan melewati Gito, seolah-olah dia tahu jalan.

Lisa: Eh cepatan jalannya!

Rina: Semangat amat lu, entar juga sampai depan capek. Pelan-pelan aja. Santai!

Lisa bernyanyi-nyanyi sendiri, sampai berputar-putar seperti penari India karena begitu gembiranya.

Tiba-tiba Lisa berhenti dan diam. Wajahnya menunduk.

Rina: Lah, kenapa, lu? Kok diam aja? Tadi mah ketawa-tawa, lu. Becanda aja, lu.

Sultan: Skip aja, skip aja!

Namun, ketika Wahyu mencolek Lisa, gadis itu tiba-tiba jatuh tergeletak.

Rina dan rekan lainnya menyangka Lisa bercanda. Maka ia diabaikan dan dilewati.

Namun, ketika dilewati, Lisa tetap tidak bangun. Maka rombongan berbalik lagi ke posisi Lisa.

Rina: Minum deh.

Rina lalu membacakan bacaan doa apa saja yang dia hapal ke dalam air, lalu meminumkannya kepada Lisa.

Setelah diminumkan air, Lisa bangun duduk dengan sepasang mata yang sangat merah.

Lisa lalu berbicara dengan suara nenek-nenek menggunakan bahasa Sunda, padahal Lisa tidak mengerti bahasa Sunda sama sekali karena dia orang Madura.

Elang yang orang Sunda mengerti perkataan Lisa.

Gito: Apa artinya?

Elang: Dia bilang “Anak ini harus turun!”

Rina: Coba A’ tanya, kenapa harus turun!

Elang lalu bertanya kepada Lisa menggunakan bahasa Sunda.

Lisa: Dia ini kotor. Saya tidak mau tempat saya kotor oleh dia. (Dalam bahasa Sunda)

Ketika mau ditanya lagi, Lisa keburu sadar.

Lisa: Hoekh!

Lisa muntah air.

Rina: Elu istighfar, soalnya tadi ada yang masuk ke badan elu.

Lisa: Apaan sih, enggak jelas, lu! Ayo cepatan jalan, orang tadi gue cuma istirahat sebentar, duduk.

Rina: Wah nih orang, benar-benar enggak nyadar. (Dalam hati). (RH)

Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar