*Siksa dari Gunung*
Rombongan Rina dan
kakaknya mulai mendaki. Formasi mereka: Gito di depan mejadi navigator, lalu
Elang, Wahyu, Tarman, Lisa, Rina, dan Sultan paling belakang.
Sepanjang jalan
mereka berbincang dan bercanda. Hingga akhirnya Sultan yang berjalan paling
belakang menarik-narik tas daypack Rina.
Sultan: Hei hei hei!
Rina: Kenapa sih?
Sultan: Elu maju ke
depan deh, gue mau tukaran posisi.
Rina: Apaan sih?
Masih pagi juga, takutan amat.
Sultan: Enggak, ada
yang mau gua omongin.
Rina lalu maju ke
depan bersama Lisa, ke belakang Gito. Sehingga formasi menjadi: Gito, Lisa,
Rina, Sultan, Elang, Wahyu, kemudian Tarman.
Rina: Elu kenapa sih,
pindah-pindahan melulu?
Sultan: Enggak,
enggak apa-apa?
Mereka tetap bercanda
dan gembira. Karena terlalu riangnya, sampai-sampai mereka tertawa lepas. Dari
kegembiraan mereka itu, Lisa yang tertawanya paling girang.
Akhirnya mereka
melewati Curug Cibeureum.
Rina: Aduh, dulu gue
mau ke Curug, tapi tidak bisa masuk. Ini bisa gak ya gue sampai ke gunungnya?”
(dalam hati)
Rina: Ya udah,
bismillah saja.
Tiba-tiba Lisa
berjalan cepat maju paling depan melewati Gito, seolah-olah dia tahu jalan.
Lisa: Eh cepatan jalannya!
Rina: Semangat amat
lu, entar juga sampai depan capek. Pelan-pelan aja. Santai!
Lisa bernyanyi-nyanyi
sendiri, sampai berputar-putar seperti penari India karena begitu gembiranya.
Tiba-tiba Lisa
berhenti dan diam. Wajahnya menunduk.
Rina: Lah, kenapa,
lu? Kok diam aja? Tadi mah ketawa-tawa, lu. Becanda aja, lu.
Sultan: Skip aja,
skip aja!
Namun, ketika Wahyu
mencolek Lisa, gadis itu tiba-tiba jatuh tergeletak.
Rina dan rekan
lainnya menyangka Lisa bercanda. Maka ia diabaikan dan dilewati.
Namun, ketika
dilewati, Lisa tetap tidak bangun. Maka rombongan berbalik lagi ke posisi Lisa.
Rina: Minum deh.
Rina lalu membacakan
bacaan doa apa saja yang dia hapal ke dalam air, lalu meminumkannya kepada
Lisa.
Setelah diminumkan
air, Lisa bangun duduk dengan sepasang mata yang sangat merah.
Lisa lalu berbicara dengan
suara nenek-nenek menggunakan bahasa Sunda, padahal Lisa tidak mengerti bahasa
Sunda sama sekali karena dia orang Madura.
Elang yang orang
Sunda mengerti perkataan Lisa.
Gito: Apa artinya?
Elang: Dia bilang
“Anak ini harus turun!”
Rina: Coba A’ tanya,
kenapa harus turun!
Elang lalu bertanya
kepada Lisa menggunakan bahasa Sunda.
Lisa: Dia ini kotor.
Saya tidak mau tempat saya kotor oleh dia. (Dalam bahasa Sunda)
Ketika mau ditanya
lagi, Lisa keburu sadar.
Lisa: Hoekh!
Lisa muntah air.
Rina: Elu istighfar,
soalnya tadi ada yang masuk ke badan elu.
Lisa: Apaan sih,
enggak jelas, lu! Ayo cepatan jalan, orang tadi gue cuma istirahat sebentar,
duduk.
Rina: Wah nih orang, benar-benar enggak nyadar. (Dalam hati). (RH)


0 komentar:
Posting Komentar