Panik di Surya Kencana, Bab12 Siksa Dari Gunung


*Siksa Dari Gunung*

Setelah tenda sedang dipasang, Lisa kembali menggigil. Mereka kembali panik, terutama Rina.

Rina: Ayo, Sa! Elu bisa, sebentar lagi tenda kita jadi!

Lisa: Sakiiit! (Mengerang)

Rina: Apanya?

Lisa: Perut gue sakit.

Setelah tendanya jadi, Lisa dimasukkan ke dalam tenda. Sepatunya dibuka. Lisa kemudian ditidurkan.

Lisa: Eee! (Menggigil)

Rina jadi bingung. Ia bertanya kepada kakaknya dan teman-temannya.

Rina: Eh, kenapa ya?

Sultan: Coba lihat, Rin. Apa ada yang nempelin?

Rina: A’, ini bagaimana? Ada yang masukin Lisa, gak? (Panik)

Elang: Enggak ada, Aa enggak bisa lihat.

Gito: Coba cari bantuan saja sama tenda-tenda di depan.

Akhirnya Rina pergi ke tenda-tenda pendaki lain untuk minta bantuan.

Ketika Rina sedang mencari bantuan dan tidak ada yang bersedia membantu, salah satu pendaki keluar dari sebuah tenda.

Pendaki itu sudah senior karena usianya sudah usia bapak-bapak. Ia dan rekannya hanya memakai kaos dan celana pendek, padahal cuaca di Surya Kencana sangat dingin. Satu pun tidak ada yang memakai jaket.

Pendaki1: Kenapa, Neng?

Rina: Tolongin teman saya, Pak.

Bapak itu lalu pergi melihat kondisi Lisa. Ternyata mata Lisa sudah putih semua, pupil hitamnya sudah naik ke atas.

Rina: Pak, ini bagaimana ya?

Rina lalu berusaha membuka kepalan tangan Lisa yang kejang.

Rina: Lu jangan begini, Sa, kita sudah sampai di sini. (Menangis)

Saat itu, Lisa berbaring beralas plastik sampah, karena sebelum tendanya rapi, Lisa sudah kejang dan menggigil hebat.

Pendaki1: Diangkat dulu, diangkat dulu!

Lisa lalu diangkat dipindahkan ke matras.

Ketika Rina merapikan alas kantong plastik sampah ….

Rina: Kok darah? Ini darah apaan? (Menangis panik)

Pendaki1: Neng jangan panik. Temannya bisa sembuh kok.

Ketika Rina melihat Lisa kembali, dia melihat dari celana Lisa keluar darah terus.

Rina: A’, kenapa, A’?! (Panik)

Elang: Elu jangan ribet deh di sini. Udah biarin aja, baca doa aja. Enggak usah teriak-teriak begini!

Pendaki senior itu lalu memanggil teman-temannya untuk membantu.

Pendaki1: Bantuin, bantuin, kasihan!

Pendaki1: Ini sudah butuh bantuan, ini masalah keperikemanusiaan. Kita enggak bisa ngediamin kalau ada orang sakit.

Kaos kaki Lisa yang basah dibuka dan diganti. Sementara Lisa semakin kuat kejangnya.

Rina hanya bisa menepuk-nepuk wajah Lisa. (RH)

Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar