Somali Warga Nakal, Bab15 Petualangan Tina dan Ayu


*Petualangan Tina dan Ayu*


“Ini ikan beli di paras mana? Bisa banyak begigi?” tanya Tina.

“Maksudnya beli di pasar mana,” ralat Ayu agar Kadesa Panen Sate dan para tokoh Desa Waykutuk mengerti.

Ayu lalu berbisik kepada sahabat cantik kurusnya itu.

“Ntar kalau pulang, kamu harusnya bayar jasa penerjemah ke saya.”

“Material!” umpat Tina.

“Matre, Tinaaa!” ralat Ayu gemas.

“Pekan ini adalah pekan jala. Jadi, selama sepuluh hari semua warga Desa Waykutuk harus pergi menjala ikan di laut,” jelas Kadesa Panen Sate. “Besok kalian pun harus ikut menjala ikan di laut. Hanya Kadesa dan istrinya yang boleh tinggal di rumah.”

“Ma-ma-mantap! Besok na-na-nangkap ikan. Hahaha!” pekik Salman bergembira.

“Kok Somay enggak ikut nangkap irwan?” tanya Tina.

“Tina, nama saya Somali. Sooo maaa liii. Bukan Somay!” protes Somali kesal.

“Ta-ta-tapi bohong! Hahahakhr!” ledek Salman, lalu tiba-tiba dia tersedak daging ikan, bukan tulang ikan.

“Keluarin! Keluarin!” teriak Ayu sambil cepat-cepat memukul-mukul kepala Salman.

“Yang dipukul jangan kelapanya, Yu!” kata Tina.

“Uhhuk hekh hekh!” batuk Salman sembari menahan sakit di tenggorokannya.

Tina segera berdiri lalu menendang punggung Salman dari belakang.

“Ininya yang digendang!” kata Tina.

“Aakk!” jerit Salman kesakitan, tapi sembuh.

“Hahaha! Pasti baru pertama kali makan ikan,” kata Kadesa Panen Sate.

“Tina, sadis banget!” kata Ayu terkejut melihat cara pertolongan pertama Tina. “Resep dari siapa begitu?”

“Dari nenek saya. Daripada Salaman kebubur mati,” kata Tina, lalu kembali duduk.

“Te-te-terima kasih, Ti-ti-tina. Tapi sa-sa-sakit, tahu!” kata Salman.

“Kan Salaman lelaki perkosa,” kata Tina sembari tersenyum.

“Hahaha!” Semua tertawa.

“Nih, kepiring rebus ada pelornya. Katanya, telor kepiting ini bagus untuk kesesatan,” kata Tina sambil menyodorkan kepiting yang gemuk pada bagian perutnya kepada Salman.

“Hahaha! Kesehatan, bukan kesesatan, Tina. Noh, lidah kamu tuh yang sesat!” ralat Ayu setelah tertawa kencang.

“Iya, maksud saya itu,” kata Tina tanpa merasa berdosa.

“Hahaha!” Semua tertawa.

“Eh, pertanyaan saya tadi belum dijawab, Somay,” kata Tina, teringat kepada pertanyaannya.

“Yang mana?” tanya Somali.

“Kok enggak imut ke laut?” jelas Tina.

“Saya kan anak kesayangan Dewa,” jawab Somali.

“Ta-ta-tapi bohong. Hahaha!” kata Salman lalu tertawa.

“Hahaha!” Somali ikut tertawa, tanda membenarkan.

“Dia itu warga yang nakal. Makanya dihukum menjadi pendek,” jelas Mamu Unam.

“Selalu buat masalah,” kata Mamu Kania.

“Tapi enggak bisa buat anak,” kata Mamu Sunar pula.

“Hahaha!” tawa Kadesa Panen Sate.

“Hahaha!” tawa Salman.

“Siapa bilang. Bisa kok. Saya bisa buat anak!” sangkal Somali.

“Tapi bolong! Hahaha!” kata Tina lalu tertawa.

“Hahaha!” Semua tertawa. (RH)

Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar