*Siksa Dari Gunung*
Rombongan Rina
kembali melanjutkan perjalanan mendaki.
Namun, Rina mendengar
ada suara kresek di semak-semak seperti mengikuti mereka. Rina menengok.
Rina: Astaghfirullah!
(Terekjut)
Rina melihat ada
seorang anak kecil yang kakinya terbelah, tetapi tidak sampai putus. Sampai terlihat
ada tulangnya. Anak kecil itu melihat kepada Rina.
Tuyul: Tolooong!
(Merintih)
Rina: Astahfirullahal
‘azhiim!
Rina cepat menunduk
memalingkan wajah.
Rina: Ini itu masih
pagi, masa kayak gini? Ah enggak, gua capek kali. (Dalam hati)
Sultan: Lu dengar ‘nggak
sih, tadi ada yang minta tolong?
Rina: Kalau gue
iyakan, gue takut nular ke yang lainnya. Gue takut yang lainnya jadi ikut takut
benaran. (Berpikir)
Rina: Udah diam aja,
Bang. Kita jalan aja, enggak usah didengarin. (Berbisik ke Sultan)
Sultan: Tapi betul,
‘kan? Betul, ‘kan?
Rina: Iya, iya, diam
aja! (Berbisik)
Rina dan Sultan terus
berjalan, meski Rina merasakan banyak suara gangguan.
Ketika mereka sudah
sampai di ujung Jembatan Rawa Gayonggong, tiba-tiba ada seorang kakek bertopi
caping petani, tidak berbaju, bercelana cokelat, dan memikul cangkul.
Kakek itu hanya
berdiri diam menunduk sambil memikul cangkulnya.
Rina: Eh, itu apaan
ya? Seperti orang-orangan sawah.
Tarman: Mulai dah!
Tarman dan yang
lainnya tidak melihat keberadaan sosok kakek-kakek itu.
Tarman: Hayo jalan,
jalan! Jangan dilihatin!
Mereka semua tahu
bahwa Rina adalah gadis indigo. Jadi mereka yakin bahwa Rina sedang melihat
sesuatu yang tidak bisa mereka lihat.
Rina: Gue takut,
Bang.
Tarman: Udah, enggak
apa-apa. Istighfar aja. Masih pagi nih! (Agak kesal)
Rina akhirnya
memberanikan diri untuk terus berjalan.
Ngiiing!
Tiba-tiba pendengaran
Rina dan rekan lainnya mejadi budek karena berdenging keras tanpa bisa
mendengar suara lain, bahkan menjadi sakit.
Rina sampai
teriak-teriak. Yang lain juga sampai menepuk-nepuk telinganya.
Rina: Eh, ini kenapa
sih? Kok jadi begini?
Namun kemudian, suara
dengingan itu berhenti sendiri.
Gito: Ya sudah, kita
berdoa saja di sini supaya lancar ke depannya.
Mereka lalu berhenti sebentar dan berdoa selama sekitar lima menit. Setelahnya, mereka melanjutkan perjalanan lagi. (RH)


0 komentar:
Posting Komentar