Mendadak Budek, Bab6 Siksa Dari Gunung


*Siksa Dari Gunung*

Rombongan Rina kembali melanjutkan perjalanan mendaki.

Namun, Rina mendengar ada suara kresek di semak-semak seperti mengikuti mereka. Rina menengok.

Rina: Astaghfirullah! (Terekjut)

Rina melihat ada seorang anak kecil yang kakinya terbelah, tetapi tidak sampai putus. Sampai terlihat ada tulangnya. Anak kecil itu melihat kepada Rina.

Tuyul: Tolooong! (Merintih)

Rina: Astahfirullahal ‘azhiim!

Rina cepat menunduk memalingkan wajah.

Rina: Ini itu masih pagi, masa kayak gini? Ah enggak, gua capek kali. (Dalam hati)

Sultan: Lu dengar ‘nggak sih, tadi ada yang minta tolong?

Rina: Kalau gue iyakan, gue takut nular ke yang lainnya. Gue takut yang lainnya jadi ikut takut benaran. (Berpikir)

Rina: Udah diam aja, Bang. Kita jalan aja, enggak usah didengarin. (Berbisik ke Sultan)

Sultan: Tapi betul, ‘kan? Betul, ‘kan?

Rina: Iya, iya, diam aja! (Berbisik)

Rina dan Sultan terus berjalan, meski Rina merasakan banyak suara gangguan.

Ketika mereka sudah sampai di ujung Jembatan Rawa Gayonggong, tiba-tiba ada seorang kakek bertopi caping petani, tidak berbaju, bercelana cokelat, dan memikul cangkul.

Kakek itu hanya berdiri diam menunduk sambil memikul cangkulnya.

Rina: Eh, itu apaan ya? Seperti orang-orangan sawah.

Tarman: Mulai dah!

Tarman dan yang lainnya tidak melihat keberadaan sosok kakek-kakek itu.

Tarman: Hayo jalan, jalan! Jangan dilihatin!

Mereka semua tahu bahwa Rina adalah gadis indigo. Jadi mereka yakin bahwa Rina sedang melihat sesuatu yang tidak bisa mereka lihat.

Rina: Gue takut, Bang.

Tarman: Udah, enggak apa-apa. Istighfar aja. Masih pagi nih! (Agak kesal)

Rina akhirnya memberanikan diri untuk terus berjalan.

Ngiiing!

Tiba-tiba pendengaran Rina dan rekan lainnya mejadi budek karena berdenging keras tanpa bisa mendengar suara lain, bahkan menjadi sakit.

Rina sampai teriak-teriak. Yang lain juga sampai menepuk-nepuk telinganya.

Rina: Eh, ini kenapa sih? Kok jadi begini?

Namun kemudian, suara dengingan itu berhenti sendiri.

Gito: Ya sudah, kita berdoa saja di sini supaya lancar ke depannya.

Mereka lalu berhenti sebentar dan berdoa selama sekitar lima menit. Setelahnya, mereka melanjutkan perjalanan lagi. (RH)

Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar