Cerita Batu Akik di Masa Rasulullah

Koleksi batu akik. (Foto: Media Indonesia)
(RajaDumay.com) --- Disinyalir kuat asal usul batu akik telah tertuang di dalam Al-Quran, sebagaimana Allah Subhana Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Yunus ayat 101.

"Katakanlah Ya Muhammad! Perhatikanlah apa-apa yang ada di langit dan di bumi." 

Seorang penulis buku berkata, "Perhatikanlah apa yang Allah ciptakan dari bahan tambang (al ma'adin) dan apa yang keluar darinya, manfaat dan warnanya. Seperti emas, perak, yakut, zumrud atau zamrud, basanfasy dan batu yang lainnya."

Lebih lanjut katanya, diantara hikmat penciptaan itu dijelaskan dalam QS Saba’ (34) ayat 12,
Al Hadid (57) ayat 25 dan Az Zumar (39) ayat 6, Ar Rahman (55) ayat. 22 – 23 dan ayat 58, serta surat Al Waqi’ah (59) ayat 22-23.

Memakai cincin disunnahkan menggunakan yang terbuat dari perak, dimakruhkan
dengan besi dan diharamkan cincin dari emas bagi laki-laki.

Diriwayatkan dari Ja’far ibn Muhammad dari ayahnya: Bahwa cincin Nabi Muhamamd Shallallahu 'Alaihi Wasallam dari perak dan tulisannya “Muhammad Rasulallah”. Adapun tulisan pada cincin  sahabatAli “al mulku lillah”. Dan Imam Ali berkata: Di antara sunnah adalah memakai cincin. Rasulallah bersabda: janganlah kalian menggunakan cincin yang terbuat dari emas, karena itu untukmu di surga.

Dari Ali berkata: Janganlah menggunakan cincin dari besi.

Dari berbagai hadits dapat disimpulkan:

Pertama, Nabi dan seluruh Imam selalu menggunakan cincin.

Kedua, cincin itu merupakan sunnah yang harus diamalkan oleh umat Muhammad.

Ketiga, cincin itu terbuat dari perak.

Jadi, menggunakan cincin hendaknya di jari-jari kanan dan makruh di jari kiri.

Diriwayatkan dari Ja’far ibn Muhammad dari ayahnya tentang wasiat Rasulallah kepada Ali, "Hai Ali, gunakanlah cincin di jari sebelah kanan, karena itu merupakan keutamaan dari Allah Azza wa jalla bagi orang-orang yang dekat kepada-Nya (al muqarrabin)." Ali bertanya: "Dengan apa?" Rasulallah menjawab, "Dengan Aqiq merah, karena Aqiq merah itu gunung pertama yang pasrah kepada rububiyah Allah. Dan ia merupakan batu pertama yang menerima nubuwat Nabi dan batu pertama yang menerima wasiatku kepadamu dan Imamah kepada anak-anakmu dan aqiq merah untuk pengikutmu di surga dan merupakan neraka bagi musuhmu."

Dalam redaksi lain dari Salman al Farisi berkata, Rasulallah bersabda kepada Ali ibn Abi Thalib, "Hai Ali gunakanlah cincin di tangan kanan, niscaya engkau akan menjadi al Muqarabin." Ali
bertanya, "Ya Rasulallah, siapa Al Muqarrabin itu?"

Rasulallah menjawab, "Jibril dan Mikail. Dengan apa saya gunakan cincin? Dengan Aqiq merah,
karena aqiq merah itu gunung pertama yang tunduk kepada Allah dengan keesaan-Nya. Aqiq
merah adalah batu pertama yang menerima kenabian Muhammad, dan dia menerima engkau
sebagai wasiku, dan imamah kepada anak-anakmu, dan untuk orang yang mencintaimu di
surga dan untuk pengikut anakmu di surga firdaus."

Dan diriwayatkan bahwa Nabi Muhamamd Shallallahu 'Alaihi Wasallam memerintahkan agar Ali,
Amirul Mukminin, dan para Imam menggunakan cincin di tangan kanan.

Dari al Jahidz: Adam, Idris, Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ilyas, Ya’kub, Sulaiman, Yusuf, Danial, Yusya’, DzulQarnain, Yunus, Luth, Hud, Syaib, Zakaria, Yahya, Shalih, Uzair, Ayub, Lukman, Isa, Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam menggunakan cincin di tangan kanannya. Hal senada dikemukakan pula oleh Bukhori dan Turmudzi.

Dalam redaksi lain, Rasulallah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Siapa yang menggunakan
Aqiq akan dipenuhi hajatnya. Gunakanlah aqiq karena kamu tidak akan ditimpa kesusahan selama kamu menggunakannya. Siapa yang menggunakan aqiq tidak akan hilang darinya
kebaikan."

Hadits yang senada dengan ini banyak sekali. Disunahkan juga agar cincin Aqiq digunakan dalam perjalanan, saat ada kekhawatiran dan ketika berdoa.

Ali berkata, "Gunakanlah cincin aqiq, niscaya akan membawa keberkahan bagimu dan menjadikan
kamu aman dari musibah.

Dalam riwayat lain disebutkan Nabi dan Ali menggunakan 4 batu mulia secara yaitu: Aqiq Yaman (merah) yang bertasbih memohon perlindungan, Fairuz Naishabur (Firuz Persia) yang bertasbih memohon pertolongan, Yakult (orang kita menyebutnya Topaz) yang bertasbih memohon kesehatan, dan Hadidu Sein (orang kita mnyebutnya Badar Besi atau batu meteor) yang bertasbih memohon kekuatan.

Meski demikian, perlu dikaji lebih dalam tentang kekuatan hadits dan riwayat yang dikemukakan dalam tuliasan ini. (Rudi Hendrik)

(Sumber: Facebook)
Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

2 komentar:

  1. Hahaha! Batu Akik.....
    Untuk hadits2nya kurang kuat untuk disampaikan ke umat. Masalah cincin Rasulullah, itu sudah populer, tapi masalh keutamaan batu2 akik, masih belum bisa dipercaya

    BalasHapus
  2. Masa kejayaan batu akik sudah mulai meredup

    BalasHapus