![]() |
| (Digaleri.com) |
(RajaDumay.com) --- Ketika Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu diangkat sebagai
seorang khalifah pengganti kepemimpinan Rasulullah Shallalllahu ‘Alaihi Wasallam, setiap hari sesudah menunaikan
shalat Shubuh, dia selalu keluar.
Ternyata kebiasaan Abu Bakar itu diperhatikan oleh
Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu.
Rasa ingin tahu membuat Umar memutuskan untuk menguntit pemimpinnya itu pada
suatu pagi. Pendekar Islam itu ingin tahu, ke mana sebenarnya Abu Bakar pergi setiap
ba’da Shubuh.
Ternyata Abu Bakar pergi ke satu kemah yang ada di
sebuah perkampungan kaum Muslim. Umar pun menunggu. Setelah Khalifah keluar dan
meninggalkan kemah, diam-diam Umar masuk ke dalam kemah tadi.
Di dalam kemah, ternyata Umar menemukan seorang
wanita tua yang buta, lemah dan tak berdaya.
Umar pun bertanya kepada wanita tua itu, “Wahai
hamba perempuan Allah, siapakah engkau?”
“Aku adalah seorang nenek-nenek yang buta, lemah
lagi tak berdaya,” jawab si nenek.
“Lalu apa keperluan orang tua yang selalu datang
kepadamu ini?” tanya Umar.
“Aku tidak mengenalnya,” jawab si nenek.
“Mengapa ia datang ke sini?”
“Dialah yang membuat makanan bagi kami, membersihkan
rumah dan memerah susu kambing buat kami,” jawab si nenek.
Maka saat itu juga, Umar menangis dan mengeluarkan
kata-kata yang terkenal, “Wahai Abu Bakar, (kalau demikian) engkau akan membuat
mereka yang dianbgkat menjadi khalifah sesudahmu benar-benar kepayahan (untuk
meniru sepak terjangmu)!”
Kisah ini diceritakan oleh Ibnul Qayyim dalam kitab Raudhatul Muhibbiin. (Rudi Hendrik)


0 komentar:
Posting Komentar