Rudi Hendrik Novel - Gerakan perlawanan Hamas Palestina mengutuk keputusan AS yang menetapkan kembali gerakan Ansarullah Yaman sebagai organisasi teroris asing.
Dilansir dari Press TV, Hamas mengatakan dalam sebuah
pernyataan Jumat (25/1), mereka menganggap tindakan AS tersebut sebagai
tindakan balasan terhadap warga Yaman atas operasi anti-Israel dalam mendukung
rakyat Gaza.
Gerakan perlawanan Palestina tersebut mengatakan, sumber
sebenarnya dari terorisme dan ketegangan di wilayah tersebut adalah rezim
Israel.
Mereka meminta Washington untuk membatalkan keputusannya dan
menghentikan bias dan favoritisme terhadap Israel.
Presiden AS Donald Trump pada Rabu (22/1) secara resmi
menetapkan Ansarullah sebagai Organisasi Teroris Asing (FTO). Trump mengancam
akan memobilisasi proksi regional AS melawan Yaman dalam upaya untuk menekan
rakyat Yaman agar menghentikan dukungannya terhadap Gaza.
Penetapan tersebut dilakukan sebagai respons atas operasi
militer tentara Yaman yang diluncurkan untuk mendukung warga Palestina yang
dibunuh oleh Israel di Gaza.
Biro politik gerakan Ansarullah Yaman mengutuk keputusan AS yang
memasukkan mereka ke dalam daftar hitam sebagai organisasi teroris.
Dalam sebuah pernyataan pada Kamis, Ansarullah menggambarkan
penetapan itu sebagai upaya putus asa untuk mencegah Yaman agar tidak terus
mendukung perjuangan yang adil bagi warga Palestina.
Gerakan tersebut mengatakan, keputusan yang tidak adil itu bertujuan
mendukung lebih lanjut kejahatan entitas Zionis terhadap rakyat Palestina dan
meningkatkan penderitaan rakyat Palestina. []


0 komentar:
Posting Komentar