(RajaDumay.com) --- Ketika penghulu para tabi'in Sa'id bin Musayyab menghadapi kematiannya, putrinya menangisinya di dekat kepalanya. Maka Sa'id berkata: "Wahai putriku, janganlah engkau menangisiku. Demi Allah, tidaklah sekali-kali muandzin menyerukan adzannya sejak 40 tahun yang silam, melainkan aku telah berada di dalam masjid."
Al-A'masy, seorang ahli ibadah lagi ahli zuhud ternama, mengatakan kepada anak perempuannya, "Demi Allah, aku tidak pernah ketinggalan takbiratul ihram dalam shalat jama'ah selama 40 tahun."
menegakkan shalat tepat pada waktunya menunjukkan kebenaran seorang hamba kepada Rabb-nya. ini berarti hamba tersebut telam memperbaharui pengakuannya terhadap keesaan Allah Subhana Wa Ta'ala.
"Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." (QS. An-Nisaa' [4] ayat 103). (Rudi Hendrik)
Al-A'masy, seorang ahli ibadah lagi ahli zuhud ternama, mengatakan kepada anak perempuannya, "Demi Allah, aku tidak pernah ketinggalan takbiratul ihram dalam shalat jama'ah selama 40 tahun."
menegakkan shalat tepat pada waktunya menunjukkan kebenaran seorang hamba kepada Rabb-nya. ini berarti hamba tersebut telam memperbaharui pengakuannya terhadap keesaan Allah Subhana Wa Ta'ala.
"Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." (QS. An-Nisaa' [4] ayat 103). (Rudi Hendrik)



0 komentar:
Posting Komentar