![]() |
| Makanan panas (Gambar: KonsultasiSyariah.com) |
Mungkin kita bertanya-tanya, kenapa Nabi melarang kita meniup makanan atau minuman yang masih panas? Apapun larangan Nabi pada umatnya, tentunya akan berdampak baik.
Akhir-akhir ini, pernyataan mengenai bahaya meniup makanan panas sudah mulai banyak dibahas.
Semakin berkembanganya teknologi sains akhirnya mulai ditemukan jawaban, mengapa Nabi melarang umatnya meniup makanan panas.
Berikut penjelasan ilmiahnya:
Pertama. Meniup makanan atau minuman panas akan menjadi penyebab tersebarnya mikroorganisme, virus dan bakteri.
Salah satu jalan bagi mikroorganisme, virus atau bakteri untuk menyebar dan masuk pada tubuh manusia adalah melalui pernafasan. Virus berbahaya seperti TBC yang terkadang tak disadari oleh seseorang pengidapnya, akan dengan mudah menular melalui pernafasan. Jika penderita meniup makanan atau minuman, maka Virus tersebut dapat menempel dan masuk ke dalam makanan yang kita makan.
Kedua. Terkena dampak berbahaya asam karbonat. Asam karbonat atau H2C03 adalah senyawa kimia yang sebenarnya sudah ada di dalam tubuh kita di mana berfungsi untuk mengatur kadar keasaman darah. Semakin tinggi kandungan asam karbonat dalam darah maka akan semakin asam darah.
Pada kondisi normal darah memiliki batasan kadar keasaman atau Ph yakni 7,35 sampai 7,45. Jika kadar keasaman ini lebih tinggi dari ph normal maka tubuh dapat berada dalam kondisi asidosis. Kondisi asidosis sendiri cukup berbahaya bagi tubuh yang dapat menyebabkan gangguan jantung. Biasanya ditandai dengan napas menjadi lebih cepat, sesak, juga pusing kepala. Hal ini terjadi karena tubuh sedang berusaha menyeimbangkan kadar ph darah.
Lalu apa hubungannya dengan meniup makanan panas? Penjelasannya adalah apabila seseorang bernafas atau meniupkan nafasnya, maka dia akan mengeluarkan senyawa kimia C02 atau karbondioksida. Karbondioksida ini tidak boleh bersentuhan dengan air, karena jika bersentuhan dengan air yang memiliki susunan kimia H20 akan membentuk senyawa asam karbonat yang berbahaya bagi tubuh. Meskipun banyak yang mengatakan bahwa asam karbonat yang dihasilkan dari hasil tiupan terhadap makanan dan minuman memiliki pengaruh yang sangat kecil pada kesehatan tubuh, bukankah lebih baik kalau kita berusaha menghindarinya?
Ketiga. Bahaya bakteri Pylori. Bakteri H. Pylori adalah bakteri yang menyebabkan gangguan lambung mulai dari luka kecil hingga membesar menjadi tukak lambung. Bakteri ini dapat dengan mudah menyebar melalui pernafasan. Berbahaya sekali jika seseorang yang memiliki gangguan lambung meniup makanan atau minuman yang akan disajikan pada tamu atau pada anaknya. Bakteri itu nantinya akan berpindah dan mengkontaminasi makanan atau minuman tersebut dan akhirnya masuk pada tubuh orang lain.
Keempat. Bahaya sisa makanan dan air liur. Mulut adalah tempat kita menghaluskan semua makanan. Makanan yang hancur tak seluruhnya akan masuk kedalam lambung, pastinya ada sisa makanan yang terselip disela-sela gigi atau menempel di dinding-dinding mulut. Sisa makanan atau air liur dari mulut bisa saja masuk ke dalam makanan atau minuman saat anda meniupnya.
Jadi, jika makanan yang akan anda santap masih panas, hendaknya menunggu beberapa saat agar dingin terlebih dahulu.
Untuk para ibu yang memilki bayi, meniup makanan atau minuman panas sangat tidak dianjurkan. Karena bayi dan balita masih berada dalam usia yang rentan terkena penyakit.
(Sumber: RumahSalam.blogspot.com)


0 komentar:
Posting Komentar