(RajaDumay.com) --- Suatu saat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah bertanya kepada para sahabatnya:
Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda : “Maukah kalian aku tunjukkan akhlak yang paling mulia di dunia dan di akhirat? Memberi maaf orang yang menzalimimu, memberi orang yang menghalangimu dan menyambung silaturrahim orang yang memutuskanmu.” (HR. Baihaqi)
“Barangsiapa yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali persaudaraan.” (H.R. Bukhari-Muslim).
“Mahukah kalian aku tunjukkan amal yang lebih besar pahalanya daripada shalat dan saum (puasa)?” Sahabat menjawab, “Tentu saja!” Rasulullah pun kemudian menjelaskan, “Engkau damaikan orang yang sedang bertengkar, menyambungkan persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah, menyatukan berbagai kelompok dalam Islam, dan mengukuhkan ukhuwah di antara mereka, (semua itu) adalah amal soleh yang besar pahalanya. Barangsiapa yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali persaudaraan.” (H.R. Bukhari-Muslim).
Saudaraku, dari hadis di atas dapat kita lihat bahwa betapa besar nilai sebuah jalinan persaudaraan. Oleh karena itu, memperkukuhkan ukhuwah islamiyah merupakan salah satu tugas penting bagi kita. Namun, bagaimanakah untuk kita memastikan agar ruh ukhuwah tetap kukuh? Rahasianya ternyata terletak pada sejauh mana kita mampu bersungguh-sungguh untuk memiliki hati yang bersih dan selamat. Karena, kalbu yang kotor dipenuhi sifat iri, dengki, hasud, dan buruk sangka, pasti akan membuat pemiliknya melakukan perbuatan-perbuatan tercela yang sekaligus dapat merusak ukhuwah. Mengapa? Sebab bila di antara sesama muslim saja sudah saling berburuk sangka, saling iri, dan saling mendengki, mana mungkin akan tumbuh nilai-nilai persaudaraan yang indah? (Rudi Hendrik)
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - : أَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى أَكْرَمِ أَخْلاَقِ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ؟ تَعْفُو عَمَّنْ ظَلَمَكَ وَتُعْطِى مَنْ حَرَمَكَ وَتَصِلُ مَنْ قَطَعَكَ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
“Mahukah kalian aku tunjukkan amal yang lebih besar pahalanya daripada shalat dan saum (puasa)?” Sahabat menjawab, “Tentu saja!” Rasulullah pun kemudian menjelaskan, “Engkau damaikan orang yang sedang bertengkar, menyambungkan persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah, menyatukan berbagai kelompok dalam Islam, dan mengukuhkan ukhuwah di antara mereka, (semua itu) adalah amal soleh yang besar pahalanya. Barangsiapa yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali persaudaraan.” (H.R. Bukhari-Muslim).
Saudaraku, dari hadis di atas dapat kita lihat bahwa betapa besar nilai sebuah jalinan persaudaraan. Oleh karena itu, memperkukuhkan ukhuwah islamiyah merupakan salah satu tugas penting bagi kita. Namun, bagaimanakah untuk kita memastikan agar ruh ukhuwah tetap kukuh? Rahasianya ternyata terletak pada sejauh mana kita mampu bersungguh-sungguh untuk memiliki hati yang bersih dan selamat. Karena, kalbu yang kotor dipenuhi sifat iri, dengki, hasud, dan buruk sangka, pasti akan membuat pemiliknya melakukan perbuatan-perbuatan tercela yang sekaligus dapat merusak ukhuwah. Mengapa? Sebab bila di antara sesama muslim saja sudah saling berburuk sangka, saling iri, dan saling mendengki, mana mungkin akan tumbuh nilai-nilai persaudaraan yang indah? (Rudi Hendrik)


0 komentar:
Posting Komentar