![]() |
| Banjir di Myanmar (Burma Times) |
Rakhine State,
Myanmar, 29 Agustus 2015 (RajaDumay.com) --- Pemerintah provinsi Rakhine State, Myanmar, menolak bantuan dari Bangladesh jika langsung diserahkan
kepada korban banjir melalui rute yang berbatasan langsung dengan kedua negara.
Bantuan yang
diberikan oleh pemerintah Bangladesh untuk korban banjir di Myanmar telah
menjadi subjek sensitif bagi pemerintah yang lebih mengandalkan jaringan
nasionalis Buddha.
Berbicara melalui telepon, aktivis Rohingya yang bekerja sama dengan pemerintah mengatakan kepada Burma Times, Jumat (28/8) yang dikutip Mi’raj Islamic NewsAgency (MINA), ada banyak ketidakpercayaan saat pemerintah Bangladesh mengumumkan paket bantuannya untuk tetangganya itu.
Berbicara melalui telepon, aktivis Rohingya yang bekerja sama dengan pemerintah mengatakan kepada Burma Times, Jumat (28/8) yang dikutip Mi’raj Islamic NewsAgency (MINA), ada banyak ketidakpercayaan saat pemerintah Bangladesh mengumumkan paket bantuannya untuk tetangganya itu.
Dalam banyak
kesempatan, bantuan untuk korban banjir sangat diterima, tetapi pemerintah mencurigai
Pemerintah Bangladesh hanya tertarik untuk membantu umat Islam di negara bagian
Arakan yang berbagi perbatasan langsung.
Kecurigaan menjadi lebih mendalam ketika pemerintah Bangladesh mengatakan siap untuk mengangkut bantuan di perbatasan.
Sumber yang
berbicara dalam status anonimitas mengatakan, Pemerintah dengan cepat menolak
tawaran itu dengan mengatakan hanya siap menerima bantuan dari jalur Yangon dan
Mandalay, kota yang sangat jauh dari perbatasan Bangladesh, memakan waktu satu
jam lebih lewat udara.
Maungdaw, salah satu lokasi banjir terparah di Arakan hanya berjarak kurang dari satu jam perjalanan darat dari perbatasan Bangladesh.
Namun pihak
berwenang dan nasionalis takut upaya bantuan Bangladesh akan membantu umat
Islam.
Menurut
sumber tersebut, jika itu terjadi, akan menjadi “titik sakit” bagi nasionalis,
terutama pihak yang waspada terhadap pengaruh Muslim di negara mayoritas Buddha
itu.
Sejauh ini, pemerintah Arakan dituding telah mengabaikan banjir yang menimpa warga Muslim, mendorong terciptanya situasi kemanusiaan yang kian memburuk.
Sejauh ini, pemerintah Arakan dituding telah mengabaikan banjir yang menimpa warga Muslim, mendorong terciptanya situasi kemanusiaan yang kian memburuk.
Pemerintah juga telah menghalangi permintaan tim medis Bangladesh untuk membantu dengan dalih “khawatir tim medis tersebut menghadapi perlakuan kasar dari masyarakat yang anti-Muslim”. (Rudi Hendrik)
(Sumber: Mirajnews.com/id)


yahhhh , terobos aja biar perang skalian di tengah banjir
BalasHapus