![]() |
| Tentara Suriah Merdeka (FSA) menjadi kekuatan utama untuk mengamankan zona aman di utara Suriah. (Foto: dok. abc.net.au) |
Gaziantep, Turki, 18
Agustus 2015 (RajaDumay.com) --- Pemerintah Interim Suriah menerapkan tiga poin
di zona aman yang akan dibangun di Suriah utara agar bebas dari kelompok-kelompok
bersenjata.
"Pembentukan
zona aman Suriah didasarkan pada tiga poin: Pertama, benar-benar bebas dari ISIS.
Kedua, tidak ada Nusra Front (oposisi
Suriah) maupun pasukan PYD (Kurdi) yang diizinkan memasuki zona. Selanjutnya,
zona ini akan berada di bawah perlindungan lengkap dari Tentara Suriah Merdeka
(FSA)," kata Presiden Pemerintah Interim Suriah Ahmed Touma kepada ARANews di Turki, Senin (17/8), yang dikutip RajaDumay.com.
Meskipun PYD (kelompok
bersenjata Kurdi Suriah) adalah anggota dari Komite Koordinasi Nasional yang
merupakan kubu oposisi utama selain Koalisi Nasional Suriah (SNC), Touma yakin
partai Kurdi itu tidak akan mengambil risiko di zona aman.
"Kami sebagai
SNC dan Pemerintah Interim, harus memisahkan PYD, dan kami tidak akan
mengizinkan keterlibatan partai ini dalam proyek zona aman," katanya.
Hubungan kuat PYD Suriah
dengan Partai Buruh Kurdistan (PKK) di Turki, membuat PYD tidak bisa dilibatkan
dalam pembentukan zona aman yang berbatasan langsung dengan perbatasan Turki.
Di sisi lain Ankara
yang mendukung oposisi moderat Suriah sedang gencar memerangi milisi PKK yang
dianggap sebagai “teroris”.
Kelompok kuat
Islamic State (ISIS/Daesh) menjadi prioritas untuk diusir dari wilayah yang
tetapkan sebagai zona aman.
"ISIS akan
diusir dari zona aman dengan paksa. Pesawat-pesawat tempur koalisi
internasional pimpinan AS akan terus menargetkan posisi kelompok militan sampai
mereka menarik diri dari daerah yang akan dimasukkan dalam zona aman. Ini
adalah skenario yang mutlak," tambahnya. (Rudi Hendrik)


0 komentar:
Posting Komentar