(RajaDumay.com) --- Pada suatu hari saat para sahabat berkumpul bersama Nabi, mereka berkata : “Demi Allah, orang Quraisy nampaknya belum pernah sama sekali mendengar ayat-ayat Al-Quran dibacakan dengan terang-terangan (keras), adakah seseorang yang ingin melakukannya ?" Maka Abdullah bin Mas'ud pun langsung berdiri dan berkata, "Saya."
Merekapun berkata : "Sungguh kami khawatir akan engkau, namun yang kami inginkan adalah seseorang yang memiliki keluarga yang dapat membantu dan melindungi dari siksa dan cemoohan orang-orang musyrikin."
Dia berkata, "Biarkanlah saya melakukannya! Karena Allah yang akan melindungiku."
Kemudian dia pergi ke Ka’bah yaitu di saat waktu dhuha, lalu duduk dan mengangkat suaranya dengan lantang, dan membaca Al-Quran dengan lancar:
(بسم الله الرØÙ…Ù† الرØÙŠÙ…. الرØÙ…Ù†. علم القرآن)
Maka, orang-orang Quraisy pun mendengarnya sambil terheran dan takjub, siapakah seseorang yang berani melakukan demikian di sekitar mereka dan dihadapan mereka? Namun ketika mengetahui bahwa yang melakukannya adalah sang budak Abdullah bin Mas’ud, mereka bertanya dalam keheranan, "Apa gerangan yang dilakukan oleh anak Ummu Abd?"
Kemudian mereka diam dan mendengarkan dengan seksama apa yang dibacanya, dan setelah itu mereka berkata sambil mengumpat, "Sesungguhnya dia sedang membaca sesuatu yang dibawa oleh Muhammad."
Lalu mereka menarik Abdullah bin Mas'ud dan memukulnya dengan pukulan yang sangat keras, namun beliau tetap melanjutkan bacaannya hingga tambah keraslah pukulannya, dan beliau pun akhirnya menderita sakit yang sangat parah, hingga berhenti dari bacaannya, lalu penduduk Makkah pun akhirnya meninggalkannya dan tidak mengsangsikan akan kematiannya kelak.
Sementara itu para sahabat yang lain menolongnya dan tampak di tubuh dan wajahnya bekas pukulan.
Mereka berkata kepadanya, "Inilah yang kami khawatirkan atasmu."
Namun Ibnu Mas’ud berkata, "Tidaklah musuh-musuh Allah lebih rendah di dahapanku setelah ini, jika kalian kehendaki aku akan ulangi lagi besok seperti yang aku lakukan pada hari ini (maksudnya melakukan kembali seperti semula)?!"
Mereka berkata, "Jangan, sungguh engkau telah memperdengarkan apa yang mereka benci." (Rudi Hendrik)


subahanallah...
BalasHapus