![]() |
| Ilustrasi (deviantart.com) |
Pemimpin gerakan ini, Dr Kathleen Richardson mengatakan, penggunaan teknologi seperti itu tidak perlu dan tak dikehendaki.
Boneka-boneka seks yang sudah berada di pasaran kian hari kian canggih dan banyak yang mulai menilik pengembangan kecerdasan intelektual terhadap produk-produk ini.
Kalangan yang berada di lapangan bisnis ini mengatakan, kebutuhan terhadap robot jenis itu cukup tinggi.
(Baca juga: Mengetahui Spesifikasi Crane yang Jatuh di Masjidil Haram)
Dr Richardson yang merupakan seorang ahli etika robot dari De Montfort University di Leicester, bermaksud menggalakkan kesadaran terhadap isu ini dan berusaha meyakinkan mereka yang mengembangkan robot seks, agar berpikir ulang.
Dia mengatakan, robot-robot seks sepertinya menjadi fokus pertumbuhan di industri robot, dan model-model yang dimunculkan, penampakannya, peran apa yang bisa dimainkan, sungguh sangat menggelisahkan.
"Kami percaya bahwa pembuatan robot-robot semacam itu akan berkontribusi terhadap bentuk hubungan yang detrimental, yang merusak, antara lelaki dan perempuan, antara yang dewasa dan anak-anak, lelaki dan lelaki, perempuan dan perempuan," katanya.
(Sumber: OkeZone.com)


0 komentar:
Posting Komentar