"Bapak Kucing" yang Sayang Ibu

(Comic Islam)
(RajaDumay.com) --- Sejak Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu menganut agama Islam tidak ada yang memberatkan dan mengganjal perasaannya dari berbagai persoalan hidup yang dialaminya, kecuali satu masalah yang hampir menyebabkannya tak dapat memejamkan mata, yaitu masalah ibunya, yang waktu itu menolak untuk masuk Islam. Tidak hanya itu, bahkan ibunya menyakiti perasaannya dengan menjelek-jelekan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di depannya.

Ia bercerita tentang ibunya:

Sambil menangis aku datang menemui Rasulullah sambil mengadu kepada beliau, “Ya Rasulullah, aku telah meminta ibuku untuk masuk Islam, tetapi ajakanku ditolaknya dan hari ini aku baru saja memintanya masuk Islam. Sebagai jawabannya, ia malah mengeluarkan kata-kata yang tak kusukai terhadap diri engkau. Karenanya mohon Anda doakan kepada Allah, kiranya ibuku itu mendapatkan petunjuk untuk masuk Islam.”

Rasulullah pun berdoa, “Ya Allah, tunjukilah Ibu Abu Hurairah!”

Setelah itu aku pun berlari menemui ibuku untuk menyampaikan kabar gembira tentang doa Rasulullah itu, saat aku sampai di depan pintu, kudapati pintu itu terkunci, dari luar terdengar suara gemericik air.

Suara ibu memanggilku, “Hai Abu Hurairah! Tunggulah di tempatmu itu!”

Saat ibuku keluar, ia memakai baju kurungnya dan membalutkan selendangnya sambil mengucapkan dua kalimat syahadat.

Aku pun segera berlari menemui Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sambil menangis karena gembira, sebagaimana aku dulu menangis karena berduka.

Aku berkata kepada beliau, “Aku sampaikan kabar gembira ya Rasulullah, bahwa Allah telah mengabulkan doa Anda, Allah telah menujukkan jalan kepada ibuku dalam Islam. Ya Rasulullah, mohon doakan kepada Allah, agar aku dan ibuku dikasihi orang-orang mukmin!”

Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berdoa, “Ya Allah, mohon Engkau jadikan hamba-Mu ini beserta ibunya dikasihi oleh sekalian orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan.”
(Rudi Hendrik)
Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar