Hilang 30 Tahun, Tentara Rusia Ditemukan Jadi Muslim

Gunung di Afghanistan (Afghanconsulat-ny.org)
(RajaDumay.com) --- Seorang prajurit Rusia, mantan anggota Tentara Merah yang hilang pada tahun 1980 selama invasi Soviet yang dimulai sejak tahun 1979 di Afghanistan, dia ditemukan hidup hampir 33 tahun setelah ia diselamatkan oleh salah satu suku di Afghanistan.

Sekarang ia hidup dengan nama Sheikh Abdullah dan bekerja sebagai penyembuh tradisional di distrik Shinand, Afghanistan.

"Dia menderita luka berat dikepalanya dalam perjalanan dari pertempuran di distrik Shanind pada bulan September 1980 ketika ia dijemput oleh warga setempat," kata sebuah organisasi dalam sebuah pernyataan yang diposting di situsnya. "Dia sekarang menjalani kehidupan semi-nomaden bersama orang-orang yang melindungi dirinya."

Organisasi tersebut mengatakan sudah melakukan kontak dengan pria itu, ia tidak memiliki surat-surat dan identitas diri, ia mampu mengenali secara jelas foto prajurit Soviet lainnya yang bertugas pada saat itu.

"Dia sudah sulit berbicara bahasa Rusia, ia berbicara dengan bahasa Uzbek," kata organisasi tersebut. "Efek dari luka-lukanya terlihat pada tangannya yang selalu gemetar, dan terlihat tanda di bahunya." 

Prajurit bernama Khakimov itu berasal dari Samarkand, ditemukan dan dirawat oleh salah satu warga di desa, yaitu seorang penyembuh herbal, yang kemudian mengajarinya.

Khakimov ditemukan di kota Herat di Afghanistan barat pada akhir Februari 2013.

Khakimov sempat menikah di Afghanistan. Dia mengaku ingin sekali bertemu dengan keluarganya. Khakimov telah masuk Islam pada tahun 1993.

Seorang wartawan lokal, Sharafudin Stanekzai, yang berbicara dengan Khakimov mengatakan kepada CNN bahwa Khakimov terpisah dari unitnya setelah mencuri pistol dan kemudian menyerahkan senjata kepada pejuang gerilya Mujahidin Islam.

Sekitar 15.000 dari 600.000 tentara Soviet yang bertugas dalam perang selama satu dekade terakhir telah tewas, demikian menurut angka yang disebutkan oleh kantor berita Rusia (RIA) dari Staf Umum Soviet. (Rudi Hendrik)


Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar