![]() |
| Ilustrasi (Coldwarstudies.com) |
Taufik Abdullah dalam Ensiklopedi Tematis Dunia Islam menguraikan, pendudukan Mesir oleh Napoleon Banoparte pada 1798 dapat dipandang sebagai permulaan ekspansi Barat ke Timur Tengah pada zaman modern, kendati dia hanya tiga bulan berada di Kairo.
Keberadaan Barat di berbagai belahan dunia Islam dikarenakan tidak adanya kesatuan di antara para penguasa Muslim lokal. Kekhilafahan Turki Utsmani telah lumpuh. Seiring itu, perkembangan Eropa di bidang militer, teknologi dan ilmu pengetahuan memasuki era kejayaan.
Kemunculan negara-negara baru di Timur Tengah tidak lepas dari campur tangan Barat. Satu abad silam, wilayah ini masih satu kesatuan di bawah imperium Turki Utsmani.
Serentetan peristiwan global sepanjang awal abad ke-20 mengubah peta kawasan ini. Seiring melemahnya Turki Utsmani dan menguatnya para penguasa lokal, aktivitas Barat di beberapa tempat semakin menonjol sejak pertengahan abad ke-19, seperti di Lebanon, Palestina dan Suriah.
Perang Dunia I (1914-1918) membuka jalan bagi pembentukan negara-negara baru di Timur Tengah. Campur tangan Inggris dan Perancis di kawasan ini mendorong Turki Utsmani berpihak pada Jerman pada PD I. Di sisi lain, Inggris dan Perancis lebih intensif mengambil simpati para penguasa lokal. Kedua negara Eropa ini sepakat berbagi pengaruh di wilayah ini.
Kesepakatan tersebut tertuang dalam Perjanjian Sykes-Picot atau The 1916 Asia-Minor Agreement pada 16 Mei 1916.
(Sumber: Harian Republika)


0 komentar:
Posting Komentar