![]() |
| Tim rukyat Jamaah Muslimin (Hizbullah) di Pulau Cangkir, Tangerang, Ahad sore, 13 September 2015. (MINA) |
Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) KH Yakhsyallah Mansur menetapkan tanggal 1 Dzulhijjah jatuh pada Senin bertepatan 14 September 2015, setelah menerima laporan terlihatnya hilal di Pulau Cangkir, Desa Kronjo, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Indonesia, Ahad sore (13/9).
Hilal terlihat oleh tiga orang dari Tim Dewan Hisab dan Rukyat Jama’ah Muslimin (Hizbullah) yaitu ustadz Syamsuddin, Mulyono dan Rochman.
Di lokasi lain, hilal juga berhasil dilihat di Cakung, Jakarta Timur, oleh Tim Ponpes Al-Husiniyah, yaitu Ustadz Ardian dan Ustadz H.Labib, dengan ketinggian 2 darjah, 43 daqiqah, lamanya 50 detik, posisi rebah miring selatan matahari, jam 17;52 s.d. 17;55.
Meski demikian, menurut Imaam Yakhsyallah, pihaknya tetap menunggu keputusan sidang isbat Mahkamah Ulya Saudi Arabiya yang telah menunda keputusannya karena hilal dilaporkan tidak terlihat di sana. Hal itu karena berkaitan dengan pelaksanaan Wuquf di Arafah 9 Dzulhijjah mendatang, yang ditentukan dengan penetapan awal Dzulhijjah hasil rukyatul hilal di Arab Saudi.
Amir Dewan Hisab dan Rukyat Jama’ah Muslimin (Hizbullah) KH Abu Muchtar Marsa’i mengatakan, berdasarkan perhitungan ahli Hisab Falakiyah, baik syar’i atau astronomi, memang pada Ahad 29 Dzulqa’dah (12 September) terjadi gerhana matahari sebagian di samudera Hindia Selatan, Madagaskar, Afrika Selatan dan benua Antartika.
“Hal ini menunjukkan secara nyata bahwa bulan Dzulqa’dah telah berakhir, karena setiap gerhana diikuti ijtima’, jadi berkumpulnya mataharai, bulan dan bumi pada garis yang sama,” ujar KH Marsa’i.
(Sumber: Mirajnews.com/id)


0 komentar:
Posting Komentar