![]() |
| Seorang migran mendorong anaknya menembus kawat berduri (Attila Kisbene Kisbenedek/Getty Images/ AFP ) |
Orang-orang Austria menunggu sambil membawa tanda bertulisan "Refugees welcome" (Para pengungsi disambut).
"Kami bahagia. Kami akan pergi ke Jerman," kata seorang warga Suriah yang mengaku bernama Mohammed; yang menyebut Jerman sebagai negara Eropa dengan ekonomi terbesar yang menjadi tujuan favorit kebanyakan pengungsi.
Austria menyatakan 9.000 orang sudah menyeberang dari Hongaria pada Sabtu. Jawatan kereta milik pemerintah Austria OeBB memperkirakan akan mengangkut 7.500 migran sebelum menghentikan layanan malam, dengan kereta terakhir dari perbatasan tiba di Wina pukul 21.00 GMT.
Hongaria merupakan pintu masuk utama ke zona Schengen Eropa yang tak berbatas bagi migran. Negara itu bertekad menutup perbatasan bagian selatan dengan pagar tinggi baru pada 15 September.
Perdana Menteri Viktor Orban mengatakan Hongaria akan mengerahkan polisi dan tentara di sepanjang perbatasan dengan Suriah setelah parlemen menyetujui usul pemerintah pada 15 September.
"Bukan 150.000 (migran), yang diinginkan oleh beberapa (di Uni Eropa) untuk dibagi sesuai kuota, juga bukan 500.000, angka yang saya dengar di Brussels; jutaan, puluhan juta, karena suplai imigran tidak berujung," katanya.
Juru bicara pemerintah Jerman mengatakan Kanselir Angela Merkel dan Orban sudah berbicara lewat telepon dan sepakat memutuskan untuk membuka perbatasan sementara waktu dengan alasan kemanusiaan, demikian seperti dilansir kantor berita Reuters.
(Sumber: AntaraNews.com)


0 komentar:
Posting Komentar