Akhir Seteru Dua Raja Samudera Pasai

Peta Samudera Pasai (Wikipedia.org)
(RajaDumay.com) --- Sebelum mengurai tentang kisah emas masa kepemimpinan Sultan Mahmud Malik Az-Zahir sebagai seorang raja Islam di Kesulatanan Pasai, terlebih ditekankan untuk membedakan beberapa nama yang sekilas mirip tapi berbeda:

Malik as-Saleh (kakek)

Muhammad Malik az-Zahir (ayah)
Mahmud Malik az-Zahir (anak/1326-1345)
Malikul Mansur (anak)

Setelah pemerintahan Sultan Malik as-Saleh (pendiri Kesultanan Samudera Pasai), selanjutnya kepemimpinan kerajaan diperintah oleh putranya yaitu Sultan Muhammad Malik az-Zahir. Sultan Muhammad adalah putera dari perkawinan Sultan Malik dengan putri dari Raja Peurlak.

Pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Malik az-Zahir, koin emas sudah menjadi mata uang di Pasai, seiring dengan berkembangnya kerajaan Samudera Pasai, menjadi salah satu kawasan perdagangan sekaligus tempat pengembangan dakwah agama Islam.

Sekitar tahun 1326 Sultan Muhammad Malik az-Zahir meninggal dunia karena sakit dan ia meninggalkan dua orang putra yaitu Mahmud Malik az-Zahir dan Malikul Mansur atau yang merupakan cucu dari Sultan Malik.

Karena kedua putera Sultan Muhammad masih sangat belia, tampuk kepemimpinan kerajaan Pasai untuk sementara diserahkan kepada kakeknya, Sultan Malik as-Saleh yang juga memimpin kerajaan Samudera.

Sultan Malik kemudian menyerahkan kedua cucunya kepada tokoh-tokoh yang piawai supaya mereka dapat dengan baik memimpin kerajaan pada suatu saat nanti.

Mahmud Malik az-Zahir diserahkan kepada Sayid Ali Ghiatuddin, sementara Malikul Mansur dididik oleh Sayid Semayamuddin.

Ketika kedua pangeran ini beranjak dewasa dan dirasa sudah siap untuk memimpin pemerintahan, maka Sultan Malik as-Saleh pun mengundurkan diri dari singgasananya yang meliputi dua kerajaan, yakni kerajaan Samudera dan kerajaan Pasai. Sebagai gantinya sesuai dengan kesepakatan orang-orang besar, diangkatlah Mahmud Malik az-Zahir menjadi Sultan Kerajaan Pasai, sementara Malikul Mansur sebagai Sultan Kerajaan Samudera.

Namun, keharmonisan kedua Sultan kakak-beradik ini tidak berlangsung lama karena terjadi perseteruan di antara mereka. Penyebabnya adalah ulah Sultan Mansur yang ternyata menggilai salah seorang istri Sultan Mahmud yang tidak lain adalah abang kandungnya sendiri. Sehingga pada akhirnya, Sultan Mansur ditangkap dan diusir dari kerajaannya hingga kemudian meninggal dunia dalam perjalanan. Maka, jadilah Sultan Mahmud Malik az-Zahir menguasai singgasana Kerajaan Samudera dan Kerajaan Pasai hingga digabungkan kedua kerajaan itu menjadi Kesultanan Samudera Pasai.

Sultan Mahmud Malik az-Zahir memerintah tahun 1326 sampai tahun 1345, termasuk masa pendidikannya dengan Sayid Ali Ghiatuddin.

(Sumber: Pena Inspirasi)
Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar