Hanya Seorang Budak Nasrani Sambut Dakwah Rasulullah

(www.4shared.com)
(RajaDumau.com) --- Peristiwa dakwah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam ke Thaif sangat mahsyur di telinga dan memori umat Islam, di mana manusia terpilih Muhammad harus menderita luka-luka oleh lemparan batu-batu dari masyarakat Thaif.

Dalam perjalanan pulangnya ke Makkah setelah gagal berdakwah di Thaif, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan Zaid bin Haritsah radhiyallahu 'anhu berlindung di kebun milik dua tokoh kafir Quraisy, yaitu Utbah bin Rabiah dan Syaibah bin Rabiah.

Keadaan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan Zaid sangat memprihatinkan, lelah dan luka-luka karena diikuti dan diserang terus dengan batu oleh sebagian penduduk Thaif.

Karena merasa kasihan, dua tokoh Quraisy itu menyuruh budaknya yang beragama Nashrani, bernama Addas, untuk memberikan setandan anggur kepada Nabi dan Zaid.

Addas pun melakukan apa yang diperintahkan oleh majikannya dan Rasulullah menerimanya. Saat hendak memakannya, Rasulullah membaca "bismillah".

Mendengar itu, Addas berkata, "Kata-kata itu tidak pernah diucapkan penduduk negeri ini."

Kemudian Nabi bertanya tentang asal dan agama Addas. Dia menjawab beragama Nashrani dan berasal dari Negeri Ninawa (Nineveh) di wilayah Irak saat ini.

Mendengar penjelasan tersebut, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam berkata, "Negerinya orang shalih bernama Yunus bin Matta."

Mendengar nama Yunus bin Matta yang terkenal di negerinya disebut, Addas jadi heran, padahal pemilik nama itu sudah lama meninggal.

Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Beliau adalah saudaraku, beliau seorang Nabi, begitu juga aku seorang nabi."

Addas kemudian merengkuh kepala Nabi, mencium  tangan dan kaki beliau. Sebuah sikap dan pengakuan akan kebenaran kenabian Rasullullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam.

Kemudian Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjelaskan secara ringkas risalah Islam yang beliau bawa, dan seketika itu Addas menyatakan memeluk Islam.

Ketika Addas kembali kepada tuannya dan mereka melihat apa yang dilakukan Addas terhadap Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, mereka mencela sikapnya budaknya yang memeluk Islam itu.

Mereka berdua mengatakan kalau agama Nashrani yang dipeluknya itu masih lebih baik dari agama Muhammad. Tetapi dengan tegas Addas menjawab, "Wahai tuan, di dunia ini tidak ada sesuatu pun yang lebih baik daripada orang itu. Dia telah mengabariku sesuatu yang tidak diketahui seseorang, kecuali oleh seorang nabi."

Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam jadi sedikit terhibur, perjalanan panjang berdua dengan Zaid bin Haritsah, berjalan kaki ke Thaif sejauh 90 km, menginap selama sepuluh hari, tetapi tidak seorang pun yang menyambut ajakan dan dakwah beliau. Tetapi justru dari "markas" tokoh Quraisy yang gencar memusuhi Islam, Allah membuka hati seseorang untuk memeluk Islam, walau tidak secara khusus beliau mendakwahinya.

Memang, hanya hak Allah semata untuk memberikan hidayah kepada siapa yang dikehendaki-Nya.
Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar