Penggemar Bisa Batalkan Hukuman Rossi

Rossi tuding Marquez lakukan profokasi
(RajaDumay.com) --- Race Direction secara resmi telah menjatuhi pembalap Movistar Yamaha MotoGP Valentino Rossi hukuman tiga poin pinalti, setelah terjadi insiden bersenggolan antara The Doctor dengan Baby Alien alias Marc Marquez yang berujung jatuhnya pembalam Repsol Honda itu.

Marquez terjatuh di tikungan 14, Sirkuit Internasional Sepang (SIC).

Tak berapa lama setelah joki Movistar Yamaha kena sanksi, muncul petisi untuk membatalkan hukuman pimpinan klasemen sementara MotoGP itu. 


Seperti dikutip dari Change.org, Senin (26 Oktober 2015), gelaran MotoGP seperti merancang agenda untuk mengkhianati pembalap dan penggemar. Ini merupakan tindakan yang kurang sportif dan penuh dengan intrik, terutama menghukum Rossi. Bahkan keputusan Race Direction menyiratkan bahwa mereka memaafkan Marquez. 

"Karena kami menyerukan kepada Anda untuk membalikkan hukuman kepada Valentino Rossi. Sehingga ia dapat terus mengejar gelar juara dalam situasi yang adil. Mulai dari mengikuti proses sesi latihan sampai berebut tempat pada balapan di babak kualifikasi," demikian pernyataan petisi dilaman Change.org. 

Rudi DE Blick Edegem dari Belgia misalnya. Dia mengaku ikut dalam petisi ini karena merasa ada yang dirugikan dari keputusan Race Direction, karena hanya menghukum satu pembalap saja. Dan, seperti acuh terhadap pembuat kekacauan. 

"Alasan saya hanya karena itu tidak adil menghukum satu pembalap (VR46), dan meninggalkan kekacauan (MM93) tanpa hukuman apapun. Juga aksi Lorenzo menyalip Loris Baz di bawah bendera kuning tidak ditinjau, ini harus menjadi hukuman juga, yang cukup untuk semua !!! Atau MotoGP mau mengikuti aturan Formula 1 !!! C'mon, serius dan bersikap adil," ucap Edegem. 

Saat ini petisi untuk membatalkan hukuman Rossi masih menyisakan 33 ribu dari 150 ribu tanda tangan yang dibutuhkan. Sebelum dilaporkan kepada Race Direction.

(Sumber: SindoNews.com)
Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar