Dua Sahabat Sejati yang Dipukuli di Masjidil Haram

(Cwacwa.com)
(RajaDumay.com) --- Abu Bakar senantiasa menjadi sahabat setia Rasulullah Shallallahu Alahi Wasallam sejak dia masuk Islam hingga Rasulullah wafat. 

Dia tidak pernah meninggalkan Rasulullah baik pada saat berdiam di Makkah maupun dalam perjalanan. Sebagaimana yang telah digambarkan oleh Aisyah binti Abu Bakar radiyallahu 'anha, “Sejak aku mengenal kedua orang tuaku, mereka telah masuk Islam. Tidak ada hari yang kami lewati tanpa keberadaan Rasulullah Shallallahu Alahi Wasallam di kedua ujung hari pagi dan petang.”

Maka pantas Abu Bakar memperoleh pujian dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dengan menyebutnya dalam Al-Quran sebagai seorang sahabat, “Sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, ketika itu dia berkata kepada sahabatnya, “Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.”(QS.At-Taubah [9]:40).


Dengan segenap kemampuan yang dimiliki, Abu Bakar berusaha untuk menjadi penolong bagi agama Allah, dengan mendakwahkannya, dengan memerdekakan para budak, dan dengan selalu menjadi pembela Rasulullah Shallallahu Alahi Wasallam.

Suatu hari di Makkah, ketika sekelompok kaum musyrikin sedang duduk-duduk di Masjidil Haram membicarakan Rasulullah Shallallahu Alahi Wasallam dan apa yang beliau katakan tentang tuhan-tuhan mereka, tiba-tiba Rasulullah datang ke masjid. Mereka pun bangkit dan mendekati Rasulullah. Salah seorang lalu bertanya, “Benarkah engkau mengatakan hal-hal buruk tentang tuhan-tuhan kami?” 

Rasulullah Shallallahu Alahi Wasallam membenarkan. Tanpa berpikir panjang, mereka langsung memukuli Rasulullah. 

Seseorang lalu memberi tahu Abu Bakar tentang kejadian tersebut, “Sahabatmu dipukuli!” 

Mendengar itu, Abu Bakar langsung bergegas menuju masjid dan menyaksikan Rasulullah Shallallahu Alahi Wasallam sedang dipukuli oleh sekelompok orang. Dia pun berupaya menghentikan mereka dengan berteriak, “Celakalah kalian, Apakah kamu akan membunuh seseorang karena dia berkata: Tuhanku adalah Allah? Padahal sungguh, dia telah datang kepadamu dengan membawa bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu?” 

Mendengar itu, mereka melepaskan Rasulullah dan berbalik memukuli Abu Bakar.

Ali bin Abi Thalib pun pernah menceritakan tentang kisah pembelaan Abu Bakar terhadap Rasulullah Shallallahu Alahi Wasallam.

“Aku pernah melihat Rasulullah Shallallahu Alahi Wasallam diganggu oleh sekelompok kaum Quraisy. Ada yang mendorongnya, ada juga yang mengguncang-guncang tubuhnya seraya bertanya: Engkau yang membuat tuhan-tuhan kami menjadi satu tuhan? Waktu itu tidak ada yang berani mendekat kecuali Abu Bakar. Dia memukul, mendorong, dan menyingkirkan orang-orang tersebut seraya meneriaki: Celaka kalian! Apakah kamu akan membunuh seseorang karena dia berkata 'Tuhanku adalah Allah'?" 


Ali lalu menyingkap kain yang sempat menutupi wajahnya. Dia nampak menangis hingga jenggotnya basah oleh air mata. Dia pun bertanya kepada orang-orang yang berada disekitarnya, “Demi Allah! Siapa yang lebih baik, keluarga Firaun yang beriman atau Abu Bakar?” 

Semua terdiam. Ali berkata, “Kenapa kalian tidak menjawab? Demi Allah, satu jam dari Abu Bakar jauh lebih baik dibanding seribu jam dari keluarga Firaun yang beriman. Dia menyembunyikan keimanannya, sementara orang ini (Abu Bakar) menampakkan keimanannya.”

(Sumber: SahabatNabi.com)
Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar