Masjid Dirusak, Al-Quran Dibakar di Pulau Corsica

Protes anti-Arab di Ajaccio, ibukota Pulau Corsica, Perancis. (Foto: AFP / YANNICK GRAZIANI)
(RajaDumay.com) --- Setelah kerusuhan anti-Arab terjadi dua hari, keamanan di Pulau Corsica memberlakukan larangan demonstrasi yang di daerah titik ketegangan di ibukota Ajaccio.

Ratusan orang berdemonstrasi pada Ahad (27/12) menentang larangan yang diberlakukan oleh kepolisian di pulau milik Perancis di Laut Mediterania itu.

Dua orang telah ditahan terkait kerusuhan yang juga menyerang petugas keamanan. Perusuh melakukan aksi vandalisme terhadap tempat ibadah Muslim, membakar buku, termasuk di antaranya salinan Al-Quran.

Administrator Corsica Christophe Mirmand mengumumkan larangan semua bentuk protes dan pertemuan hingga 4 Januari di lingkungan miskin Jardins de l'Empereur yang menjadi pusat kekerasan. Mi’rajIslamic News Agency (MINA) memberitakannya.

Larangan itu diberlakukan setelah ratusan orang turun untuk aksi hari kedua berturut-turut pada Sabtu, berbaris melalui beberapa distrik kelas pekerja di Ajaccio. Mereka meneriakkan slogan-slogan seperti "Ini rumah kami!" dan "Arab keluar!".

Kerusuhan itu menyusul bentrokan di malam Natal yang melukai seorang petugas pemadam kebakaran dan seorang polisi terluka di perkebunan.

Perdana Menteri Perancis Manuel Valls menulis di Twitter bahwa serangan terhadap tempat ibadah Muslim dan pembakaran Al-Quran adalah  "sebuah penodaan yang tidak bisa diterima".


Populasi di pulau Mediterania "Isle de Beaute" (Pulau Indah) meningkat sepuluh kali lipat selama puncak musim liburan. (Rudi Hendrik)

(Sumber: MirajNews.com/id)
Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar